Kamis, Maret 31, 2011

Karyawati Citibank Rekan MD Pembobol Bank Masih Diburu

JAKARTA, M86 - Badan Reserse dan Kriminal Polri saat ini masih mengejar karyawan Citibank yang terlibat pembobolan uang nasabah bersama tersangka MD.

"Kita tunggu hasil dari penyidik dan masih memburu yang lain," jelas Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Irjen Pol Anton Bachrul Alam di Jakarta.

"Sementara itu, D belum terindikasi menikmati hasil dari kejahatan bersama tersangka MD, maka yang bersangkutan tidak dilakukan penahanan," katanya.

Penyidik harus dapat membuktikan mengenai keterkaitan D dalam melakukan transfer itu, tapi yang jelas D yang menjabat sebagai teller di Citibank masih dalam pemantauan.

"Tersangka MD adalah Presiden Manager yang merupakan atasan dari D. Selain itu, penyidik telah memeriksa saksi sebanyak 13 orang terdiri dari karyawan bank dan korban pelapor sebanyak tiga orang," ujarnya.

Sementara itu, barang bukti yang disita antara lain dokumen-dokumen transaksi, satu unit mobil Hummer warna putih telah dititipkan di Rumah Penitipan Barang Sitaan (Rupbasan).

Kerugian akibat perbuatan tersangka, untuk sementara kurang lebih sebesar Rp17 miliar. Jumlah itu bisa bertambah setelah dilakukan audit.(jek)

Mantan Dirjen Perkereta Apian Dibui

JAKARTA, M86 - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Soemino Eko Saputro, terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Jasa Angkutan KRL Hibah eks Jepang tahun 2006-2007.

Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, di Jakarta, Kamis (31/3), mengatakan penahanan dilakukan untuk keperluan pengembangan penyidikan.

Penyidik KPK menahan tersangka di Rumah Tahanan Cipinang selama 20 hari terhitung sejak Kamis (31/3).

Berdasarkan hasil penyelidikan, tersangka saat menjadi Direktur Jenderal Perkeretaapian Departemen Perhubungan RI periode 2005 hingga 2007, diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum atau menyalahgunakan kewenangannya dengan melakukan penunjukan langsung dalam pelaksanaan pengangkutan KRL Hibah eks Jepang pada tahun 2006-2007.

Akibat penyimpangan tersebut diduga kerugian negara yang ditimbulkan mencapai sejumlah 200 juta yen atau sekitar Rp20 miliar.

Atas perbuatannya tersebut, Soemino disangkakan dengan Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.(jek/*b8)

Sang Penipu Nasabah Bank Gunakan Silikon untuk Perbesar Payudara

JAKARTA, M86 - Melinda Dee - MD (47) yang juga istri dari artis dan bintang model Andika Gumilang - AG (22) diperkirakan memiliki harta ratusan miliar. Diantaranya mobil Hammer seri 3 tipe Luxury Sport Utility, B 18 DIK senilai Rp3,5 miliar dan Mercedes Bens 200 seharga Rp 400 juta kini dikandangkan di Mabes Polri.

Selain itu, MD juga diduga memiliki sebuah apartemen mewah di Australia,"Itu (Apartemen di Australia) masih didalami, juga (aset lain) di negara lain," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (31/3) di Jakarta.

Penyidik hanya menjerat pasal 6 UU 8 2010 dan pasal 149 UU 10 tahun 1998," Penyidik Mabes Polri menjerat tindak pidana pencucian uang," ungkapnya.

Sementara itu beredar informasi nyeleneh Kamis (31/3) siang ini melalui situs jejaring sosial, kecantikan dan kemolekan MD dibangun dengan dana puluhan juta rupiah, hal ini dikarenakan untuk menambah daya tarik kepelanggan nasabahnya di atas Rp500 juta.

Bahkan MD diduga menggunakan suntikan silikon untuk memperbesar payudaranya agar terlihat seksi, hal ini juga sering dipergunjingkan dikalangan karyawan tempat ia bekerja. MD adalah karyawati senior Citibank. Bersama seorang kasir, D, ia diduga menggelapkan uang nasabah senilai Rp 17 miliar. Weleh-weleh mau jerat nasabah pakai payudara besar memang ampuh menipu meliaran rupiah. (jek/*b8)

Rabu, Maret 30, 2011

Anggota DPRD Lampung Ketangkap Bawa Sabu

LAMPUNG, M86 - Gila, bukannya memberikan contoh yang baik, anggota dewan kembali tertangkap bersama istri membawa sabu-sabu oleh Satuan petugas Seaport Interdiction dan anggota Reserse Kriminal Polsek Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, Lampung Selatan, pada Selasa (29/03) sekitar pukul 22.30 WIB malam.

Petugas menangkap tiga penumpang Xenia (BG 1700 FA) yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Merak di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni. Salah satu dari penumpang mobil Xenia warna hitam itu adalah A. Bawafi (42), anggota DPRD yang sekaligus Ketua PBR Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Tersangka A. Bawafi warga Kampung 1 Desa Peninjauan, Kecamatan Peninjauan, OKU. Dua penumpang lainnya adalah DJ (32), istri A. Bawafi dan So (37), sopir, warga Desa Ogan Lima, Kecamatan Abung Barat, Lampung Utara.

Saat mobil tersangka melintas di SI dan Reskrim KSKP Bakauheni, anggota curiga dan langsung menggeledah seluruh barang bawaan mobil hitam metalik itu.

Anggota menemukan satu buah tas warna hitam yang di dalamnya berisi satu buah amplop warna putih dengan 3 buah pipet (sedotan) dan di dalam pipet masih terdapat sisa sabu-sabu, serta satu buah korek gas milik A. Bawafi.

Pasangan suami istri dan sopir pribadi itu pun diamankan ke Satuan narkoba Polres Lampung Selatan, langsung menjalani pemeriksaan secara intenstif.

Kasat Narkoba Polres Lampung Selatan, Kompol Fahrul Rozi mengatakan, "Setelah dilakukan tes urine hanya A. Bawafi yang positif sedangkan istri dan sopirnya negatif. Tersangka sudah kami amankan di Polres Lampung Selatan," kata Kasat Narkoba. (nez)

Pengusaha Muda Tewas Ditembak

MEDAN, M86 - Pembunuh bayaran di Kota Medan, melakukan pembunuhan terhadap pengusaha ikan dan istrinya di dalam mobil Chevrolet captiva tepat di depan rumahnya Kawasan Jalan Akasia No 50, Kelurahan Kampung Durian, kemarin.

Setelah kawanan pelaku memberondong dengan sejata api terhadap suami istri pengusaha Ikan di gabion Belawan, Awi alias Wito(40) dan istrinya Dora (28), sedangkan anaknya kristopan (2) selamat dari tembakan pelaku.

Kawanan pelaku diperkirakan empat orang menggunakan kenderaan roda dua,langsung melarikan diri dengan kecepatan tinggi,usai menghabisi pengusaha ikan tersebut.sedangkan warga dan petugas kepolisian Polresta dan jajaran menerima laporan menuju lokasi kejadian.

Data yang dikumpulkan di lapangan, sekitar pukul 21.30 wib, sekitar korban bersama istrinya dan anaknya mengendarai mobil BK 333 TO pulang ketempat tinggalnya, tanpa curiga dibuntuti oleh kawan pelaku disenyalir pembunuh bayaran.

Setibanya, di tempat tinggalnya langsung kawanan pelaku memberondong dengan senjata api yang telah dipersiapkan,hingga mengenai tubuh sepasang suami istri, dengan tewas mengenaskan.

Petugas Polresta Medan, yang tiba di lokasi kejadian,langsung melakukan identifikasi dengan mengumpulkan selosongan peluru yang diperkirakan 28 butir.

Sedangkan sepasang suami istri yang tewas,langsung dievakuasi ke rumah sakit Pirngadi Medan. Pembantu pengusaha ikan digabion bernama Nana mengatakan, pelakunya mengendarai kenderaan bermotor dipersenjatai senjata api, langsung memberondong manjikannya yang berada di dalam mobil. Selanjutnya pelaku melarikan diri ujarnya. (dya)

Polda Usut Kasus Dugaan Suap Nurdin Halid

JAKARTA, M86 - Penyidik Polda Metro Jaya terus mendalami laporan dugaan suap Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Nurdin Halid yang dilaporkan aktivis Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Indonesia Sport Watch.

"Penyidik masih menyelidiki berkas perkara apakah terdapat tindak pidana atau tidak," kata Kepala Polda (Kapolda) Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Sutarman, Rabu (30/3) di Jakarta.

Hal serupa diungkapkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Baharudin Djafar. "Saat ini penyidik telah mengagendakan berita acara pemeriksaan terhadap saksi pelapor. Namun mereka belum memenuhi panggilan penyidik," kata Baharudin.

Nurdin Halid dilaporkan aktivis LIRA, terkait dugaan penyuapan kepada peserta Rapat Kerja (Raker) di Bali, agar mendukung pencalonan ketua organsasi sepakbola PSSI periode selanjutnya.

Presiden LIRA, Jusuf Rizal, sempat menyebutkan Nurdin Halid memberikan uang Rp20 juta kepada setiap peserta Raker.

LIRA juga melaporkan pimpinan PSSI lainnya, yakni Nirwan Bakrie dan Nugraha Besoes berdasarkan Nomor Laporan Polisi : TBL 806/III/2011/PMJ Ditreskrimsus dengan dugaan pemalsuan, penipuan dan atau perbuatan tidak menyenangkan. (jek)

Pertahankan BB, Siswi SMA Tewas Ditusuk

JAKARTA, M86 - Amanda Dwi Setiawan, siswi kelas XI SMA Ipeka Taman Meruya, tewas ditusuk penjahat yang mencoba merampas BlackBerry (BB) miliknya. Remaja 16 tahun ini menghembuskan nafas terakhir dengan luka tusuk di lambung.

Peristiwa terjadi kemarin sekitar Pukul. 16:00 WIB, ketika korban berjalan kaki sepulang sekolah. Tiba-tiba, muncul seorang pria mengendarai Yamaha Mio. Pria itu mencegat Amanda yang sedang berjalan sambil memainkan BlackBerry miliknya.

“Anak sekolah itu dipepet lalu ditodong pakai badik. Tapi, melawan. Pelaku marah lalu menusuk pelajar. Habis itu, pelaku kabur,” ungkap Andi, warga setempat.

Warga yang melihat kejadian itu berusaha mengejar penjahat yang kabur. Namun penjahat tunggal itu berbalik. Dengan wajah beringas, ia mengcungkan badik bernoda darah.

“Dia mengancam. Katanya, kalau berani mendekat, gua tusuk luh,” ungkap beberapa warga.

Khawatir menjadi korban, massa tak berani bertindak lebih jauh. Bandit itu pun melesat cepat dengan motornya. (nez)

Pura-pura Ngajar Gambar, 9 Bocah Digauli

TANGERANG, M86 - Biadap, meski sudah setengah abad usianya, namun MD tak bisa mengendalikan syahwat. Pria yang mengontrak di RT 03 RW 02 Pondok Cabe Udik, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, tega mencabuli bocah perempuan.

Gak tanggung-tanggung yang jadi korban pencabulan guru lukis ini bukan cuma satu, tapi sembilan anak.

Beruntungnya, sebelum ada korban yang berikutnya, kelakukan bejat sang guru lukis itu tercium warga setempat yang langsung ingin menghakiminya ramai-ramai.

Untungnya lagi sebelum lebih bonyok dikepruk massa, MD keburu diamankan polisi dari Polsek Pamulang yang langsung menggelandangnya ke Mapolres Jakarta Selatan. Begitu juga dengan 9 bocah yang menjadi korbannya.

Terungkapnya kasus pencabulan anak di bawah umur tersebut berkat pengakuan satpam setempat yang mendapatkan laporan dari beberapa orangtua korban yang mengaku anaknya diperlakukan tidak wajar oleh pelaku saat belajar melukis di rumah pelaku serta adanya kecurigaan dari beberapa warga setempat juga.

"Pelaku meraba kemaluan anak-anak itu. Ke-9 bocah tersebut merupakan murid pelaku yang sehari-harinya belajar melukis di rumah pelaku yang sekaligus dijadikan sebagai tempat tinggal," ujar Nurhadi, Ketua RT 03.

Sementara itu, Kapolsek Pamulang Kompol Zumkifli Muridu mengatakan, pihaknya masih memintai keterangan dari para saksi. "Yang jelas MD masih menyangkal segala tuduhan," ucapnya. (jek/*b8)

Selasa, Maret 29, 2011

Akhirnya Selly Sang Penipu Mendekam di Penjara

JAKARTA, M86 - Perempuan muda pelaku penipuan via jejaring sosial Facebook, Selly Yustiawati, yang bernama asli Rasellya Rahman Taher, setibanya di Bogor langsung menghuni sel khusus wanita di Mapolres Bogor Kota di Kedung Halang Bogor, Jawa Barat.

Selly tiba di Bogor Senin malam sekitar pukul 21.00 WIB setelah mendarat di Bandara Soekarno Hatta dari Bali, tempat di mana Selly ditangkap.

Kepala Reskrim Polres Bogor Kota AKP Indra Gunawan mengatakan bahwa sekarang sudah ada empat korban penipuan oleh Selly yang sudah dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Mapolres Bogor Kota.

"Sampai saat ini sudah empat orang korban yang sudah kita BAP, dengan total kerugian Rp10 juta," katanya saat dihubungi, Selasa (29/3).

Indra mengatakan, empat korban tersebut merupakan warga Bogor. Selain itu, kata Indra, pihaknya juga menerima laporan-laporan dari sejumlah korban Selly melalui telepon.

Untuk korban-korban Selly yang di luar Bogor, kata Kasat, diimbau untuk berkoordinasi dengan Mapolres Bogor.

Sampai saat ini Sally masih menjalani pemeriksaan didampingi delapan orang pengacaranya.

Dalam pemeriksaanya, Selly mengaku tidak menipu hanya meminjam uang ke sejumlah kliennya dengan iming-iming kerjasama bisnis, seperti counter hanphone dan bisnis lainnya.

Ia mengatakan uang tersebut dipinjam untuk kebutuhan sehari-hari, seperti jalan-jalan dan berbelanja.

Indra mengatakan, pihaknya akan sesegera mungkin menyelesaikan proses pemeriksaannya untuk segera dilimpahkan.

Atas perbuatannya Selly diancam KUHP pasal 378 tentang penipuan dengan ancaman hukuman selama empat tahun.

Dara asal Jakarta Timur usia 27 tahun tersebut kini masih menjalani pemeriksaan, pihaknya keluarganya juga sudah datang mengunjunginya di sel.

"Tadi malam ayahnya Selly datang, saat pemeriksaan tadi dia sudah bertemu anaknya," kata Indra.

Kasus Selly mulai mencuat pada Februari 2010, sejak saat itu, wanita manis tersebut menjadi buronan polisi, hingga berhasil ditangkap Polda Bali dan diserahkan ke Polres Bogor Kota. (jek)

Minta Uang Buat Bayar Sekolah Anak, Suami Malah Celurit Istri

LAMPUNG, M86 - Pasal minta uang buat bayar sekolah anak, suami mengayunkan celurit ke kepala istrinya, beruntung sang istri berhasil menghindar dan berlari minta tolong warga walau tubuhnya babak belur kena tendang tapi nyawanya selamat, di Pekon Gisting Atas, Kecamatan Gisting, Tanggamus, pada Senin (28/03) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Tersangka Siman (40), merasa tidak puas hanya berhasil menendang istrinya, Lili (35), dengan kalap dikejarnya istrinya yang berteriak-teriak minta tolong.

Untunglah ada warga yang berani melerai hingga nyaris terkena sabetan celurit. Siman langsung diamankan warga Pekon Gisting Atas, Kecamatan Gisting, Tanggamus, yang langsung ditangkap petugas Polsek Talang Padang.

Menurut pengakuan Lili, hari itu minta uang buat bayar sekolah anak mereka. Bukannya uang yang didapat malah tendangan mengenai dada dan perutnya.

Belum lagi berhenti menahan rasa sakit, tiba-tiba saja suaminya masuk ke dapur lalu mengambil celurit yang diayunkan ke leher Lili. Melihat nyawanya terancam Lili bangun dan lari keluar minta tolong.

"Untung saya ditolong pak Sumiran yang mengambil celurit di tangan suami saya. Pak Sumiran juga tangannya terluka akibat menolong saya," kata Lili.

Lili menjelaskan, suaminya sejak sebulan terakhir setiap menjelang maghrib sering melamun sendiri sambil menatap jendela rumah. Sudah berulangkali ditegur agar membuang kebiasaannya untuk memandang keluar jendela setiap maghrib tapi tidak pernah digubris.

Saat minta uang buat sekolah anak tidak ada tanda-tanda aneh yang terlihat tapi secara tiba-tiba suaminya menendang lalu bagai orang kesurupan mengambil celurit dan bernafsu membunuhnya.

Kapolres Tanggamus, AKBP. Shoebarmen menjelaskan, penganiayaan tersebut berawal saat tersangka terlibat keributan dengan istrinya. Tersangka kalap dan mengambil sebilah celurit lalu menyabetkan ke bagian kepala.

Beruntung Lili berhasil melarikan diri. Tersangka yang semakin kalap kemudian menyabetkan celuritnya ke Samiran saat hendak melerai. "Tersangka sudah kami amankan berikut barang bukti," kata Kapolres. (red/*jno)

Kapolda : Pecat Tiga Oknum Polisi Pelaku Penculikan

JAKARTA, M86 - Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Sutarman memerintahkan pemecatan terhadap tiga anggota kepolisian yang diduga terlibat penculikan mahasiswa Universita Bunda Mulya, Wiliem Tanjaya.

"Saya serahkan ke Propam agar ketiganya diproses hukum dan dipecat," kata Sutarman di Jakarta, Selasa (29/3).

Sutarman mengatakan ketiga petugas itu, melakukan tindakan mencemarkan nama baik lembaga kepolisian.

Padahal petugas kepolisian seharusnya mengayomi dan melayani masyarakat.

Lebih lanjut, ia menyebutkan ketiga polisi yang terlibat penculikan dan pemerasan tidak layak menduduki posisi di institusi kepolisian.

"Tindakan mereka biadab karena merampas hak kemerdekaan seseorang," ujar Sutarman.

Sebelumnya, petugas Polsek Metro Penjaringan menangkap enam pelaku penculikan dan pemerasan terhadap Wiliem Tanjaya, Minggu (27/3).

Keenam tersangka itu terdiri dari tiga oknum polisi itu, yakni Ajun Komisaris Polisi SLR dari Polres Metro Jakarta Timur, Abrip BDS (Satuan Brimob Polda Metro Jaya) dan Bripka S (Polsek Pademangan), serta tiga pelaku lainnya, berinisial JMN, MZ dan MH.(jek/b8)

Menculik dan Memeras Korban, Tiga Oknum Polisi Ditangkap

JAKARTA, M86 - Polisi menangkap enam tersangka penculikan dan pemerasan kepada seorang mahasiswa, William Tanjaya, 20, warga Muara Karang Blok ES 28, Pluit, Jakarta Utara. Kasus penculikan dan pemerasan itu melibatkan tiga oknum polisi.

"Korban dituduh membawa narkoba oleh pelaku. Saat itu korban didatangi enam pelaku di rumahnya," jelas Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Polda Metro Jaya AKBP Mahbub.

Mahbub menjelaskan penculikan dan pemerasan terhadap William terjadi pada Sabtu (26/3) lalu di rumah William. Dalam menjalankan aksinya, para pelaku berpura-pura sedang menggelar operasi narkoba.

Lebih lanjut, Mahbub menjelaskan kasus tersebut terbongkar setelah kawan korban bernama Peter, 22, yang saat kejadian sedang bersama William. Peter lalu melaporkan kejadian itu kepada orang tua korban.

"Mereka ditanya terkait narkoba, mengetahui temannya diculik, Peter melaporkan kepada orang tua William," terangnya.

Para pelaku ditangkap polisi saat memeras William dengan cara menguras isi ATM korban di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Selatan.

"Setelah disekap selama enam jam polisi berhasil membebaskan William. Sebelumnya pelaku sudah menggasak uang korban sebanyak Rp1,5 juta dan pelaku berjanji akan melepaskan korban jika permintaan uang tebusan senilai Rp20 juta telah terpenuhi," tutur Mahbub.

Kini keenam tersangka yakni AKP SLR anggota Polres Jakarta Timur, Brigadir BDS anggota Brimob Kelapa Dua, Bripka S anggota Polsek Pademangan, JMN, MZ, MH sudah ditahan di Polsek Penjaringan.

"Ketiga oknum polisi itu terancam dipecat dari Polri setelah digelar sidang kode etik oleh Propam," kata Mahbub.

Atas perbuatan tersangka, polisi menjerat dengan pasal 328 tentang penculikan dengan ancaman 12 tahun penjara dan pasal 368 tentang pemerasan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (jek/*mi)

Senin, Maret 28, 2011

Wakil Walikota Bogor Dituduh Korupsi Rp6,026 Miliar

BANDUNG, M86 – Wakil Walikota Bogor, Ahmad Ru’yat, tersangka kasus korupsi dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor tahun 2004, senilai Rp 6,026 miliar, Senin (28/3) diadili di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Pengadilan Negeri Kelas I Bandung,

Dalam sidang perdana yang dipimpin Majelis Hakim Tipikor Bandung, Joko Susanto, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Bogor, M. Fatria, Wing Barzal, Febrianda, Rade Nainggolan, Desy Patmawati, Nurwendah dan Santy, mendakwa Ahmad Ru’yat, saat menjadi anggota DPRD Kota Bogor tahun 2002 – 2004 bersama 34 anggota DPRD Kota Bogor lainnya yang telah diadili secara terpisah, serta beberapa nggota lainnya dari Fraksi TNI/Polri, melakukan tindak pidana korupsi, menambah anggaran pada Rencana APBD tambahan tahun 2004
menjadi sebesar Rp. 6, 026, dengan dalih untuk Peningkatan Kinertja DPRD.

Anggaran sebesar itu menurut JPU, langsung dibagi-bagikan, sebelum masa tugasnya sebagai anggota DPRD Kota Bogor masa bakti 1999 – 2004 habis dan sebelum menjadi Peraturan Daerah (Perda). Politisi Partai Keadilan Sejahtera yang sempat menjadi Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, sebelum menjadi Wakil Walikota Bogor ini mendapat bagian Rp. 120 juta.

Menurut JPU, terdakwa ahmad Ru’yat, melangngar pasal 2 jo 3 Undang Undang Tipikor dan pasal 55 jo pasal 64 KUHP, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun. Dalam sidang dakwaan yang berlangsung hampir satu jam itu, Majelis Hakim menunda sidang sampai Senin (4/4).

Untuk mempermudah proses persidangan, menurut Kepala Seksi Intelejen Kejari Bogor, Wing Barzal, Ahmad Ru’yat akan ditahan di Rutan Kebon Waru, Jalan Jakarta, Bandung. (jek/*pkc)

Simpan Sabu, Pemuda Mengaku Informan Polisi Ditangkap

JAKARTA, M86 – Pemuda mengaku informan dari Polres Jakpus dan berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) ditangkap karena kedapatan menyimpan satu paket sabu.

Penangkapan tersangka Dani Utama, 29, terjadi saat Polsek Jatinegara menggelar razia di Jalan Otista Raya, Senin (28/3) dinihari. Selain sabu, petugas juga berhasil mendapatkan 2 butir pil inex dan 2 butir pil leksotan.

Kanit Reskrim Polsek Jatinegara, AKP Haryadi mengatakan saat itu, pelaku mengaku sebagai informan polisi dari Polres Jakpus dan berpangkat AKP, namun begitu ditanyakan kartu anggotanya pelaku tidak dapat menunjukannya.

Sebelum ditangkap, pelaku berusaha menghilangkan barang bukti dengan memasukan sabu kedalam mulut dan mengunyahnya. Akan tetapi polisi yang curiga dengan tingkah laku pelaku, akhirnya berhasil mengamankan Dani.

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan pasal 111 Undang-undang No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (red/*pkc)

Tersangkut Kasus Korupsi, Bupati Subang Akhirnya Ditahan

BANDUNG, M86 – Bupati Subang Eep Hidayat, tersangka kasus korupsi Biaya Pungut Pajak Bumi dan Bangunan (BP PBB) Kabupaten Subang tahun 2002 – 2005, sebesar Rp. 3,2 miliar, Senin (28/3) memenuhi janjinya, menyerahkan diri ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Menggunakan mobil Toyota Fortuner T – 1139 – TG, diantar kuasa hukumnya M Hokli Lingga dari Law Firm Lingga-Sampurno & Partners, Jakarta .

Eep mengenakan batik, begitu turun dari mobilnya di halaman Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat di Jalan Martadinata, Bandung, sekitar pukul 10.30 WIB langsung dijemput petugas Kejaaksaan Tinggi Jawa Barat dibawa ke Ruang Asisten Tindak Pidana Khusus di lantai dua.

Di ruang kerja Asisten Tindak Pidana Khusus, Slamet Riyadi, Eep sempat diperiksa dan didata oleh petugas hampir sekitar satu jam, sambil menunggu Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Sugiyanto yang sedang menghadiri acara di luar gedung.

Selesai jalani pemeriksaan dan bertemu dengan kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Sugioyanto, kepada wartawan Eep Hidayat menyebutkan, dirinya siap menjalani dan mentaati proses hukum yang ditetapkan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

“Saya Eep Hidayat, siap menjalani dan mematuhi proses hukum dan tidak akan mengerahkan massa untuk berunjuk rasa dalam proses hukum ini. Disamping itu saya juga mohon maaf jika selama ini sering menggelar aksi unjuk rasa. Apa bila ada masyarakat yang tergganggu, selama saya menggelar aksi unjuk rasa, saya memohon maaf,” katanya.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang kesiapan dirinya ditahan, Eep menegaskan, itu merupakan tnaggungjawab Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Menggunakan Inova hitam D – 1806 –C, sekitar pukul 11.45 WIB, Eep meninggalkan Gedung Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, menuju Rumah Tahanan Kebon Waru di Jalan Jakarta, Bandung.

Hampir setahun, berjuang membebaskan dirinya dari tuduhan korupsi BP PBB, Eep akhirnya menyerahkan diri, setelah rumah pribadinya di Jalan Sompi, Kelurahan Cigadung, Kota Subang, Kamis malam (24/3) diobrak- abrik petugas Kejaksaan Tinggi Jawa Barat yang akan menjemput paksa. Dalam penggerebegan tersebut, Eep gagal dijemput.

Namun seorang penjaga rumahnya Zainal Abidin, sempat dianiaya petugas sampai babak belur. Zaenal Abidin, kini dirawat di RSUD Ciereng, Subang. Dalam peristiwa tersebut, petugas juga sempat merampas kamera dan menyita memori card wartawan Pasundan Ekspres, Subang, Budi Santosa yang tengah meliput peristiwa tersebut.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Sugiyanto mengatakan sesuai harapannya, Eep datang sendiri diantar pengacaranya untuk melakukan proses hukum. Ditambahkan Sugiyanto, untuk memperlancar proses hukum, pihaknya menahan Eep Hidayat dan sekarang langsung masuk ke Rutan Kebon Waru,” tambahnya. (red/*pkc)

Pesta Sabu, 2 Pelajar SMP Terjaring Operasi

SURABAYA, M86 - Dua pelajar SMP swasta di Surabaya terjaring operasi sakau Semeru 2011 oleh Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Dua siswa tersebut bernama inisial M (15) dan Y (15). Ironisnya, mereka berdua ditangkap saat pesta sabu-sabu di kawasan Pakis Selatan dengan menggunakan seragam sekolah lengkap.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Yuda Gustawan mengatakan bahwa untuk penyidikan dua tersangka tersebut, pihaknya memperlakukan khusus karena masih di bawah umur.

”Penahanannya kami pisahkan dengan tahanan lain. Apalagi sebentar lagi unas, kami akan beri kesempatan untuk belajar mereka,” katanya.

Sementara itu, dalam operasi sakau tersebut juga diamankan 16 tersangka lainnya dengan jumlah barang bukti keseluruhan seberat 20 gram dengan bentuk poketan. Selain itu juga diamankan 8 buah alat hisap yang digunakan untuk pesta sabu-sabu. (red/*jno)

Hakim Disuap Rp300 Juta, Bandar Togel Cuma Dikurung Tiga Bulan

BALI, M86 - Luh Mas (51) wanita tersangka bandar toto gelap (togel) yang dirungkus polisi di Seririt Kabupaten Buleleng Bali mengakui pernah menyuap hakim senilai Rp300 juta agar meringankan hukumannya saat terjerat kasus serupa.

Pengakuannya tersebut diungkapkannya, saat Polda Bali menggelar kasus penangkapannya beserta tiga tersangka lainnya, yakni I Nyoman Sumarma (26) sebagai pengepul, Komang Suryasa (35) sebagai kurir, dan I Kadek Agung Pariani (40) beraksi membantu memberikan kupon, dan mengirimkan sarana.

"Saya pernah dua kali di sel karena judi juga, dan hukumannya cuma tiga bulan karena saya beri hakimnya Rp300 juta biar hukumannya ringan," ungkap ibu tiga anak ini.

Wanita yang menjalani profesi sebagai bandar togel ini pun mengaku kerap bermain judi "metajen" atau sabung ayam hingga rela menghabiskan uang sebesar Rp50 juta.

"Saya memang bandel, memang gila sama judi, dan gila sama tajen," katanya.

Luh Mas menekuni bisnis judi toto gelap ini sejak tahun 2003 lalu dan sempat berhenti karena menderita penyakit `"stroke", namun bandar togel yang memiliki 60 pengepul ini tidak pernah merasa jera, sehingga pada tahun 2007 kembali beraksi menjadi bandar besar di Kabupaten Buleleng.

Selain itu, saat berada dalam sel, wanita setengah baya ini pun mengaku masih dapat menjalankan bisnis toto gelapnya. Bahkan kini bisnis togel jenis `Singapore` yang dikelolanya sudah merambah hingga Kabupaten Karangasem dan Jembarana.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Gde Sugianyar mengatakan, dari hasil penyidikan yang dilakukan polisi tercatat dalam buku rekapan togel milik tersangka nilai omset yang diterima bandar mencapai Rp400 juta hingga Rp500 juta.

"Dari keterangan para tersangka per hari omsetnya mereka mencapai Rp400 hongga Rp 500 juta, yang nantinya akan dibagi sekitar 30 persen untuk pengepulnya, dan sekian persen untuk ratusan pengecernya," katanya.

Tersangka Luh Mas sendiri ditangkap bersama tiga rekannya pada Kamis (24/3) lalu sekitar pukul 07.30 wita di Jalan Pantai Lokapaksa Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng Bali. Penangkapan terhadap keempat tersangka tersebut dilakukan pada pagi hari ketika para tersangka tengah melakukan transaksi pembagian hasil pemenang bagi pemasang nomor.

Oleh Tim Dit Intel Polda Bali yang tergabung dalam Satgas Operasi Balak Agung 2011 yang melakukan pengintaian saat itu langsung menggerebek para tersangka.

Dari hasil penggerebekan, diamankan sejumlah barang bukti berupa 4 buah telepon gengam, 5 buah alat tulis, 54 rekapan, 27 karung berisi buku tafsir mimpi, dan kupon, serta sebuah kalkulator.(dya/*b8)

Bermesraan di Hotel, Selly Penipu Cantik Ditangkap

DENPASAR, M86 - Selly Yustiawati (29) wanita cantik yang dikenal masyarakat sebagai penipu ulung dan masuk daftar pencarian orang (DPO) akhirnya diamankan petugas kepolisian di Bali.

"Berdasarakan koordinasi dengan Polda Metro Jaya dan Polres Bogor, indikasinya si Selly berada di Bali dan dilakukan penangkapan disebuah hotel," kata Kapolsek Denpasar Selatan AKP Leo Pasaribu, Minggu (27/3).

Selly bersama pacaranya Bima salah satu mahasiswa ternama di Yogyakarta, ditangkap petugas polisi di Hotel Amaris di Jalan Padma Utara, Kuta pada Sabtu (26/3) sekitar pukul 19.30 WTA.

Selly ditangkap di sebuah kamar bersama kekasihnya diduga sedang bermesraan, Selly datang ke Bali hanya melakukan liburan bersama kekasihnya tersebut.

Selly yang terlibat berbagai kasus penipuan di Jakarta dan Bogor itu mengaku tiba di Bali pada Kamis (24/3) bersama pacarnya. Selain untuk berlibur, Selly pergi ke Bali juga karena faktor orang tua pacarnya yang tidak setuju terhadap hubungan keduanya, sehingga memutuskan untuk pergi ke Bali.

"Saya tidak kemana-mana, dan tidak berusaha kabur dan saya saja tidak mendapat surat DPO," ungkap perempuan cantik ini.

Kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh Selly ini pernah mencuat ke berbagai media pada sekitar awal tahun 2010, dimana dalam menipu sejumlah orang Selly mengatasnamakan koran harian Kompas. Dan sejak Maret 2010 nama Selly Yustiwati atau Rere ini mendapat predikat DPO dari sejumlah korbannya di jejearing sosial facebook.

"Saya dulu memang pernah bekerja di Kompas dan saya menipu teman-teman saja, dan ada juga teman dekat. Modalnya hanya kepercayaan saja," ungkapnya.

Dalam penipuannya, Selly menggunakan modus meminjam uang dengan jumlah besar untuk membuka usaha, dan berjanji akan membayar kembali hutangnya dengan investasi lebih besar. Tak hanya itu, Selly juga mengakui uang hasil tipuannya juga digunakan untuk bersenang-senang.

Tersangka yang tinggal di Jalan Taing IA Jakarta Selatan ini telah menipu belasan korban, namun hanya beberapa nama orang saja yang melaporkannya ke polisi. Mereka adalah Ragil Yuliana (29), asal Jogja, Febriyarto Bhakti Buwono (27) Jakarta Selatan, Christina Krissetyawati (26) asal Jogja, yang masing-masing mengalami kerugian Rp2 juta hingga Rp5 juta.

Selain itu, Selly juga mengaku pernah menipu temannya bernama Vika asal Bogor senilai Rp 10 juta, namun untuk membayarnya, Vika enggan bila dibayar secara berangsur.

"Vika sendiri yang merasa bermasalah jika saya cicil. Kalau pinjam ke teman saya bernama Mia Rp2,7 juta sudah saya bayar kok," katanya.

Setelah diamankan di Polsek Denpasar Selatan, rencananya Senin (28/3) Selly akan dibawa ke Polresta Bogor. Sementara pacar Selly kemarin malam sudah dijemput oleh orang tuanya langsung.(red/*b8)

Minggu, Maret 27, 2011

Bunuh Polisi,Suami Istri Dipenjara

JAKARTA, M86 - Penyidik kepolisian mengungkapkan bahwa sepasang suami istri terlibat dalam pembunuhan berencana terhadap anggota Brigade Mobil Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) Briptu Ahmad Zainuddin alias Ubis (30).

Kepala Bidang Humas Polda Sultra AKBP Fahrurozzi di Kendari Minggu (27/3) mengatakan, penyidik terus berupaya menghimpun bukti-bukti kuat atas pembunuhan terhadap Ahmad Zainuddin.

"Kepolisian telah menetapkan empat tersangka sehingga diyakini peristiwa yang berakhir merenggut nyawa korban dilakukan secara terencana," katanya.

Mengenai motif pembunuhan yang penanganan hukumnya melibatkan Detasemen Polisi Militer (Denpom) 143 Haluloe Kendari itu masih dalam pendalaman, katanya.

Pelaku utama, Kopka Lis (51), sedang diperiksa oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom) 143 Haluoleo Kendari, sedangkan istrinya sudah ditahan.

Tersangka pelaku pembunuhan Ahmad Zainuddin berjumlah empat orang yakni warga sipil tiga orang dan seorang oknum aparat yakni Lis (51).

Sedangkan dua warga sipil yakni Al alias Kui (32) dan Gf (29) yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang parkir ditahan untuk kepentingan proses hukum.

Tersangka Al, Gf dan Lis dibekuk pada Kamis (17/3) sekitar pukul 03.00 Wita.

Penangkapan pelaku di sekitar Kelurahan Kadia, Kecamatan Baruga, Kota Kendari mengacu pada alat bukti yang dirangkum oleh penyidik.

Secara terpisah Kepala Seksi Penerangan Korem 143 Haluoleo, Mayor TNI Gidion membenarkan pemeriksaan oknum TNI.

"Yang bersangkutan telah diamankan oleh Detasemen Polisi Militer untuk kepentingan penyelidikan atas sangkaan melakukan tindak pidana," kata Gidion.

Kopka Lis (51) yang bertugas di Rumah Sakit Ismoyo Kendari akan diproses sesuai hukum yang berlaku, katanya.

Korban anggota satuan Brimob Polda Sultra Briptu Ahmad Zainuddin alias Ubis (30) ditemukan tewas Jumat (11/3) sekitar pukul 07.45 Wita.

Luka tusuk benda tajam yang bersarang pada bagian wajah, leher dan dada hingga mengeluarkan darah segar diduga menjadi penyebab kematian korban.

Korban ditemukan oleh saksi Bambang (43) dengan posisi terapung dalam sungai kecil di Kelurahan Poasia, Kecamatan Poasia.

Tubuh korban ditindih tonggak kayu sehingga tidak terseret arus.

Sedangkan motor korban merk Yamaha type Mio bernomor polisi DT 3624 ZE ditemukan tidak jauh dari posisi korban. (red/*b8)

Jumat, Maret 25, 2011

Cyrus Sinaga Belum Bisa Diseret Kasus Rentut

JAKARTA, M86 - Pihak Kepolisian belum bisa menyeret Jaksa Cyrus Sinaga, dengan melimpahkan berkas mantan JPU Antasari Azhar dan kasus pembunuhan Munir, terkait kasus pemalsuan Rencana Penuntutan (rentut) perkara penggelapan pajak Gayus Tambunan ke kejaksaan.Seperti disampaikan, oleh Kabag Penum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar, kepada wartawan, di Mabes Polri, untuk kasus rentut, penyelidikan masih berlangsung. Polisi masih mencari fakta yang signifikan.

"Selama ini belum dapat ditemukan, cukup sulit," kata Kombes Boy Rafli Amar.Sementara itu, Cyrus yang juga tersangkut kasus mafia hukum, Berkasnya Senen kemarin (22/03), sudah dilimpahkan ke kejaksaan. Hingga kini polisi masih menunggu proses berkas Cyrus dari pihak kejaksaan."Kejaksaan memiliki 14 hari, kalau sudah kembalikan. JPU akan informasikan berkas sudah lengkap atau belum."Harap Boy. (red/*jno)

Desersi, 4 Anggota Kodam Jaya Dipecat

JAKARTA, M86 - Empat orang anggota TNI dari Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya dipecat dari kesatuannya dan dijatuhi hukuman kurungan karena desersi atau tidak masuk dinas selama 30 hari berturut-turut.

"Empat orang anggota TNI Kodam Jaya dipecat karena desersi. Pemecatan tersebut melalui sidang percepatan yang digelar sejak Senin (21/3) hingga Kamis (24/3) kemarin di Kodam Jaya," tegas Kepala Hukum Kodam Jaya Kolonel Chk Djamaludin H di sela-sela "Percepatan Sidang Perkara Personil Kodam Jaya" di Kodam Jaya.

Empat orang yang dipecat atas putusan majelis hakim pengadilan militer itu yakni Praka Lis Heri Kusrianto dengan hukuman 3 bulan penjara dan dipecat, Kopka Riyanto lima bulan penjara dan dipecat, Pratu Andi Febriyanto 3 bulan penjara dan dipecat, dan Serda Joshua Pakpahan enam bulan penjara dan dipecat.

Sementara sembilan perkara lainnya dari 13 perkara yang disidang sejak Senin (21/3) lalu itu ada yang divonis bebas karena tidak terbukti bersalah dan ada yang divonis dua bulan penjara serta dua kasus ditunda.(red/*b8)

Sakit, Cicit Soeharto Dilarikan ke RS Polri

JAKARTA, M86 - Cicit mantan Presiden Soeharto, Putri Aryanti Haryowibowo dilarikan ke Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, karena sakit, Rabu (23/3) malam.

"Dia menderita sakit demam tinggi dan radang tenggorokan," jelas Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Baharudin Djafar melalui pesan singkat di Jakarta, Kamis (24/3) kemarin.

Ia mengatakan berdasarkan keterangan dari penyidik Direktorat Narkoba, putri Ari Sigit tersebut juga menderita sakit perut sehingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Perawatan terhadap Putri dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dari dokter Pusat Kedokteran Kesehatan (Pusdokes) Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, anggota Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menangkap Putri bersama ES yang merupakan polisi berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi dan GN di Hotel Maharani, Jakarta Selatan, Jumat (18/3) usai mengkonsumsi narkoba dengan barang bukti 0,88 gram shabu dan peralatan shabu.

Selain itu, polisi juga menangkap JS, RF dan AT berdasarkan pengembangan dari penangkapan Putri dengan barang bukti 32,4 gram shabu.(jek)

Kamis, Maret 24, 2011

Putusan MK, Airin Menangi Pilkada Tangsel

JAKARTA, M86 - Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Tangerang Selatan, Banten, Arsid - Andre Taulany, mengaku legowo terhadap hasil keputusan Mahkamah Konstitusi yang menetapkan pasangan Airin-Benyamin meraih suara terbanyak.

"Sejak awal, kami akan menerima segala keputusan MK, baik menang maupun kalah. Karena, keputusan tersebut telah memberikan pendidikan politik yang berharga," kata Ketua Tim Sukses pasangan Arsid-Andre, Basri, ketika ditemui usai sidang di Jakarta, Kamis (24/3)

Namun, Basri mengungkapkan bila kemenangan Airin bukan berarti adanya perbedaan dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat nantinya. Sebab, semua warga berhak mendapat kesamaan dalam hak dan kewajibannya.

Selain itu, Basri juga menambahkan bila dalam menjalankan kinerjanya ke depan, pemilih pasangan Arsid - Andre, akan menjadi pihak yang kritis terhadap kinerja yang ada.

Karena, diakuinya bila pemilih yang memberikan hak suaranya kepada Arsid - Andre merupakan pemilih yang konsisten. "Pemilih Arsid-Andre akan tetap kritis dalam setiap kebijakan dan program kedepannya. Jangan sampai adanya pemberian pelayanan yang sepihak," katanya.

Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi dalam sidang putusan perkara nomor 209-210.PHPU.D.VII.2010 menetapkan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Tangerang Selatan, Banten, Airin Rachmi Diany - Benyamin Davnie meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara ulang Pemilu.

"Terhadap pelanggaran tersebut, mahkamah kembali menegaskan meskipun tidak secara signifikan mempengaruhi perolehan suara pasangan, tetapi pelanggaran sporadis yang dimaksud tetap dapat ditindaklanjuti oleh pihak yang berwenang yakni kepolisian, kejaksaan dan pengadilan," kata ketua MK Mahfud MD, Kamis.

Dalam amar putusannya, MK menyatakan pasangan Yayat - Norodom dengan nomor urut satu, meraih sebanyak 4.933 suara, pasangan Rodiyah Najibah - Sulaeman Yasin meraih sebanyak 5.106 suara, pasangan Arsid - Andre meraih 198.660 suara, pasangan Airin - Benyamin meraih 241.797 suara.

Kemudian, kata Mahfud, MK memerintahkan Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Tangerang Selatan, untuk melaksanakan putusan tersebut. "Keputusan ini, dapat dilanjutkan oleh KPUD untuk ditetapkan pemenangnya," kata Mahfud.

Dalam sidang putusan tersebut, sebanyak delapan hakim Konstitusi membacakan salinan. Dalam sidang itu, para hakim membacakan hasil kesimpulan laporan yang disampaikan oleh pihak pemohon dan termohon. Sebagian besar, pihak pemohon dan termohon menyampaikan hasil Pemungutan Suara ulang yang berlangsung tanggal 27 Februari, berjalan lancar.

Ketua KPU Kota Tangerang Selatan, Iman Perwira Bachsan menuturkan, pihaknya akan melaksanakan perintah MK pada hari Jumat (25/3), dalam rapat pleno KPU yang dilakukan secara internal.

"Besok, (Jumat, red) akan kita laksanakan pleno penetapan pemenang pemilu, untuk menjalankan perintah MK," kata Iman ketika ditemui usai sidang di Mahkamah Konstitusi.(red/*b8)

Gelapkan Uang, Pegawai KPK Bebas Jerat Hukum

JAKARTA, M86 - Salah seorang pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berinisial E, bebas dari jerat hukum pidana, meski diketahui melakukan penggelapan uang ratusan juta rupiah.

Pelaku yang bekerja di bagian Deputi Pencegahan KPK ini, hanya mendapat hukuman pemecatan secara tidak hormat.

Juru bicara KPK, Johan Budi SP mengatakan, hukuman berupa pemecatan sudah termasuk kategori berat bagi seorang pegawai. Dia berpendapat tidak semua kasus harus dibawa ke ranah pidana. "Ada beberapa jenjang kesalahan, lagi pula dipecat itu bukan hukuman ringan," kilah Johan, Kamis (24/3)

Alasan Johan ditentang Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho. Menurut Emerson, seharusnya KPK tidak hanya memecat E saja. Melainkan juga membawa masalahnya ke ranah pidana. "KPK harus selidiki dan menuntaskan kasus ini," tegas Emerson.

Ditambahkana Emerson, meski bekas pegawai KPK itu sudah mengembalikan uangnya, namun modus mengambil uang itu tetap harus ditelusuri. "Karena pengembalian uang tidak akan menghapus pidana yang terjadi," ujar Emerson.

Peristiwa ini sendiri, menurut Johan, terjadi pada 2009 lalu. Penggelapan yang dilakukannya diketahui oleh Pengawas Internal KPK saat melakukan audit bulanan.

Saat itu, kata Johan, pengawas menemukan adanya selisih antara hasil audit dengan laporan keuangan di Deputi Pencegahan yang dibuat E.

"Ternyata uang itu digunakan yang bersangkutan. Setelah uang dikembalikan, dia dipecat," ujar Johan.

Johan mengaku, tidak mengetahui jumlah pasti uang yang digelapkan E. Namun, katanya, jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah. "Yang saya tahu Rp 200 juta, tapi persisnya saya tidak tahu," kata Johan. (red/*b8)

Polisi Tangkap Kurir Shabu dari Italia

JAKARTA, M86 - Direktorat Narkoba Badan Reserse dan Kriminal Kepolisian Negara RI (Polri) kurir narkoba jenis shabu berinisial MC yang berkewarganegaraan Italia.

"Tersangka MC ditangkap, dan setelah dilakukan pengeledahan ditemukan barang bukti shabu seberat 4.337,5 gram yang disembunyikan di dalam kopernya," kata Wakil Direktur Direktorat Tindak Pidana Narkoba, Kombes Pol Musa Ginting di Jakarta, Kamis.

Tersangka MC ditangkap hari Minggu (20/3) lalu, dimana MC menggunakan penerbangan Emirates Airlines EK 356 yang mendarat sekitar pukul 16.00 WIB, ujarnya.

"Kemudian sekitar pukul 16.45 WIB tersangka keluar terminal 2D dibuntuti oleh petugas Dit Narkoba Polri dan Bea Cukai naik taksi gelap menuju Hotel Sanno Pluit dan check in di kamar 510," kata Musa.

Selanjutnya, tersangka ditangkap dan ketika digeledah ditemukan barang bukti yang disimpan dalam koper dan telah dimodifikasi, katanya.

"Penangkapan bermula dari informasi Kepolisian Dubai kepada Polri yang menyampaikan ada warga negaranya yang membawa narkoba dari Dubai menuju Jakarta," kata Musa.

Berdasarkan informasi tersebut tim yang dipimpin oleh AKBP Heri Istu Hariono berkoordinasi dengan Bea Cukai dan Bandara Soekarno Hatta.

"Nilai barang bukti yang dibawa MC lebih kurang Rp6,5 miliar," katanya.

Musa mengatakan dengan tertangkapnya tersangka MS, maka kepolisian dan Bea Cukai telah menyelamatkan 300 ribu orang dari bahaya narkotika.(red/*ant)

Terkait Kasus Cicit, AKBP Es Diduga Anggota Jaringan Narkoba

JAKARTA, M86 - Staf Pusat Keuangan Mabes Polri, Ajun Komisaris Besar ES yang tertangkap bersama cicit mantan Presiden Soeharto, Putri Ariyanti Haryo Wibowo, diduga anggota jaringan narkoba.

"Patut diduga termasuk jaringan narkoba," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Boy Rafli Amar, kepada wartawan di Direktorat IV Narkoba Badan Reserse Kriminal Polri, Cawang, Jakarta, Kamis (24/03).

Soal sidang kode etik ES, Boy menjelaskan, saat ini polisi fokus menangani perkara pidananya dulu. Sementara itu, proses kode etik dan disiplin akan berlangsung setelahnya.

Bahkan seperti yang sudah disampaikan oleh Kabareskrim Ito Sumardi, Boy juga mengatakan Polisi yang menggunakan narkoba dapat diberhentikan dengan tidak hormat (pecat).

AKBP ES tertangkap bersama cicit mantan Presiden Soeharto, Putri Ariyanti, saat menggunakan sabu di Hotel Maharani, Mampang, Jakarta Selatan, Jumat pekan lalu.

ES, PA, dan AG ditangkap dengan barang bukti 0,88 gram sabu. Mereka dibekuk berdasarkan pengembangan kasus tertangkapnya GN, teman Putri lainnya, di Plaza Semanggi, 17 Maret lalu. Tak lama kemudian AT dan FR dibekuk di Tanah Abang dan belakang Terminal Grogol. (red/*jno)

Susno Duadji Divonis 3,6 Tahun Penjara

JAKARTA, M86 - Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada Kamis malam memvonis tiga tahun enam bulan atau 42 bulan penjara terhadap mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Kepolisian Negara RI (Kabareskrim Mabes Polri), Komjen Pol Susno Duadji.

Susno menjadi terdakwa dalam dugaan penyuapan dalam penanganan kasus PT Salma Arowana Lestari (SAL), dan dalam dugaan penggelapan dana pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Jawa Barat pada 2008.

Sebelumnya, Susno dituntut tujuh tahun penjara dan denda Rp500 juta atau subsider enam bulan kurungan.

Penuntut umum menyatakan untuk kasus Pilkada Jawa Barat, perbuatan terdakwa melawan hukum memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan atau perekonomian negara.

"Terdakwa telah melakukan pemotongan anggaran dana pengamanan Pilkada Gubernur Jabar tahun 2008 yang berasal dari dana hibah Pemprov Jabar sebesar Rp8 ,1 miliar," katanya.

Perkara tersebut bermula saat Susno menjabat sebagai Kapolda Jabar, mengajukan pengajuan dana untuk pengamanan sebesar Rp27 miliar kepada Pemprov DKI Jakarta.

Dari dana Rp8 miliar itu, terdakwa mendapatkan uang sebesar Rp4 miliar yang sisanya dibagi-bagikan.

Pihak penasehat hukum Susno Duadji menyatakan akan melakukan banding. (red/*ant)

Mantan Direktur Utama PLN Ditahan KPK

JAKARTA, M86 - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan Dirut PLN Eddie Widiono terkait kasus dugaan korupsi pengadaan customer information system (CIS) Rencana Induk Sistem Informasi (RISI) di perusahaan listrik negara tersebut pada periode tahun 2000 hingga 2006.

"Benar (Eddie Widiono) ditahan, untuk kepentingan pengembangan penyidikan," ujar Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi di Jakarta, Kamis (24/3).

Mantan Dirut PLN ini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sejak Maret 2010 lalu, dan saat ini ditahan di rumah tahanan (rutan) Polres Jakarta Selatan.

Ia diduga telah menyetujui surat yang mengatur mekanisme penunjukan langsung untuk pengadaan CIS tersebut.

Karena itu ia disangkakan dengan Pasal 2 ayat (1) junto Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagai mana diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kebijakannya tersebut membuat PT Netway Utama sebagai perusahaan jasa konsultasi piranti lunak komputer menjadi pemenang proyek pengadaan "outsourcing roll out" CIS RISI di PT PLN Disjaya dan Tangerang.

Atas penyalahgunaan wewenang tersebut KPK memperkirakan kerugian keuangan negara mencapai Rp45 miliar.

Selain kasus CIS ini, terdapat Sistem Manajemen Pelanggan (costumer management system) berbasis teknologi informasi PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur periode 2003 hingga 2007 yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp170 miliar.(jek/*b8)

Ihh Serem, Ada Pencuri Tali Pocong di Indramayu

INDRAMAYU, M86 - Ternyata masalah mistik tidak hanya pada film horor saja. Namun, buktinya setelah kasus pencurian mayat bayi sempat bikin heboh warga di Jawa Tengah, kini warga Indramayu, Jawab Barat, digegerkan dengan kasus pencurian tali pocong pengikat jenazah.

Peristiwa ini terjadi di Desa Karang Song, Kecamatan Indramayu, Jawa Barat. Kuburan seorang tokoh masyarakat bernama Haji Taslim dibongkar orang. Tali kain kafan pengikat kepala, perut dan kakinya dicuri.

“Pencuri tali pocong itu biasanya dimanfaatkan orang sebagai jimat untuk memuluskan perbuatan jahat. Konon pemakai jimat tali pocong itu tak terlihat oleh mata orang lain,” kata Warlan, warga setempat yang pertama kali mengetahui kasus pencurian ini, baru-baru ini.

Kepada wartawan, dia menuturkan, pertama kali mengetahui kejadian ini saat dia melintas di areal perkuburan pagi hari. Dia curiga melihat kuburan Haji Taslim yang baru dimakamkan 40 hari lalu, berantakan.

Karena penasaran, dia pun mendatangi makam tersebut. Dia terkejut saat melihat papan penutup liang lahat terbuka dan tiga tali pocong pengikat kafan jenazah raib.

Warlan segera melaporkan kejadian ini kepada pamong desa yang kemudian meneruskannya kepada keluarga almarhum.

Pihak keluarga pun segera melaporkan kejadian ini kepada polisi setempat. Mendapat laporan ini, polisi segera melakukan penyelidikan di lokasi.

Polisi menduga pelaku merupakan orang yang sedang mendalami ilmu hitam. Aparat meminta warga agar jangan mudah terprovokasi dengan kejadian ini. "Ini murni pencurian, kami akan dalami lebih lanjut," ujar seorang petugas polisi.

Selanjutnya, polisi dan pihak keluarga dibantu dengan masyarakat merapikan kembali makam Haji Taslim. (red/*b8)

Rabu, Maret 23, 2011

Wakil Walikota Bekasi Diperiksa KPK

JAKARTA, M86 - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Wakil Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, terkait kasus dugaan suap pengesahan APBD dan pemenangan Piala Adipura 2010.

Rahmat datang ke KPK sekitar pukul 09.30 WIB sebagai saksi terhadap Walikota Mochtar Mohammad (MM) yang juga turut diperiksa. “Ya Wakil Walikota Bekasi diperiksa saat ini. Dia diperiksa hanya sebagai saksi,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, di Gedung KPK, Rabu (23/3).

Menurut Johan, Sekretaris Daerah (Sekda) Bekasi Tjandra Utama Efendy (TUE) juga akan diperiksa. “MM diperiksa sebagai tersangka,. cuma diperiksa sebentar. Sedangkan TUE akan diperiksa sebagai saksi. ” tegas dia.

Apakah Wakil Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi bisa menajdi tersangka? “Belum sampai kesitu. Sampai saat ini Wakil Wali Kota Bekasi belum menjadi tersangka,” papar Johan.

Wakil Wali Kota Bekasi menjadi saksi karena Mochtar Muhammad kerap menyebut bahwa tidak hanya dirinya saja yang menikmati dana APBD. Wali Kota menunjuk Rahmat Effendy ikut terlibat dalam kasus tersebut. (red/*pk)

Mabes Polri : Oknum Polri Pengguna Narkoba Diproses Secara Hukum

JAKARTA, M86 - Mabes Polri mempersilahkan Polda Mtero Jaya untuk memeriksa atau memproses secara hukum tersangka AKBP ES. Dari proses tersebut diharapkan Polda dapat memutuskan apakah ES yang terlibat penggunaan Shabu, bersama cicit Soeharto, Putri Ariyanti Haryowibowo, apakah ditahan atau tidak.

"Prosesnya cukup panjang kita prioritaskan penyidik polda metro untuk menentukan apakah ES ditahan atau tidak,"ungkap Kabag Penum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar, kepada wartawan, di Mabes Polri.

Sementara itu soal sidang kode etik terhadap ES, tetap berjalan, bersama propam Mabes Polri."Sidang kode etik akan dilakukan secara berjalan. Proses nya cukup panjang kita proritaskan penyidik polda metro,"Sebelumnya, Kabareskrim Komjen Ito Sumardi menyatakan kalau ES terancam dipecat apabila secara hukum melakukan pelanggaran.

"Dipecat. Berat pelanggarannya dia kan sebagai anggota. Kalau terbukti menggunakan ya. Selain pidana, juga disiplin kode etik,"pungkas Ito. (red/*jon)

Kasus Narkoba, 11 Oknum Brimob Diberhentikan Tak Hormat

MEDAN, M86 - Kepolisian Polda Sumatera Utara melakukan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap 11 personil Brimob Poldasu yang terlibat penyalahaan Narkoba, termasuk tertangkapnya personil Brimob yang mengedarkan Narkoba jenis Sabu-Sabu di Hotel Delta Spa oleh Dit Narkoba Poldasu.

Sedangkan untuk kesalahan dari 11 oknum Brimob tersebut, ada bermacam-macam, diantaranya kriminal dan Narkoba. "Sejak Bulan Maret 2011, Poldasu dan jajaran sudah memberikan sanksi PTDH terhadap 11 oknum Brimob. Untuk kesalahannya bermacam-macam," ujar Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Hery Saori.

Dalam sanksi yang diberikan oleh jajaran Polri ada dua macam. "Kalau PDH (Pemberhentian Dengan Hormat) personil tersebut akan dapat uang pensiun, sedangkan yang di PTDH tidak akan mendapat uang pensiun," jelasnya.

Disinggung dengan oknum Brimob yang sedang dilakukan penahan di Dit Narkoba Poldasu, Hery sangat kesal dengan adanya seorang oknum Polri yang berada di dalam kamar Hotel Delta Spa saat dilakukan penggerebekan.

Oknum Brimob tersebut dalam pemeriksaan oleh Penyidik Dit Narkoba Poldasu harus dipecat. "Oknum Brimob yang dua dan 1 provost Polresta tersebut harus dipecat, kenapa mereka ada di dalam kamar itu. Kalau sudah kena Narkoba susah hilangnya, pasti ketagihan. Dia kan aparat penegak hukum, malah dia pula yang melanggar hukum," katanya.

Menurutnya, oknum Brimob tersebut sudah melakukan pelanggaran. "Sudah tiga kesalahannya, yaitu Disiplin, Kode Etik dan Pidana," Lanjut Hery.

Dalam penyelidikannya, Polisi tetap profesional. Dimana, azas praduga tidak bersalah selalu didepankan untuk penyelidikannya.

"Kita kan belum tahu dia itu ada yang menjadi pengedar atau hanya pemakai saja. Memang sesuai dengan barang bukti yang didapat bisa saja kita dikatakan kalau mereka tersebut pengedar. Pasti diselidiki, sebelum ada putusan pengadilan yang menetapkan," akhir ucapannya. (jek/*jon)

Selasa, Maret 22, 2011

Petugas Security Cabuli Anak Bawah Umur

MEDAN, M86 - Bila anda memiliki anak usia Sekolah Dasar(SD), harus lebih hati-hati menjaganya, agar tidak menjadi korban pencabulan seperti yang dialami bocah oleh petugas security di Kompleks Perumahan BI, Jalan Ampera I Medan.

Bocah berinisial AL yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar ini dipanggil tersangka bernama Syahputra ke kantor pos jaga security yang saat itu korban sedang bermain bersama temannya.

Karena korban kenal dengan tersangka, bocah tersebut dengan lugunya mendatangi panggilan tersangka, hingga dibawa ke dalam kamar jaga pos tersebut.

Karena nafsu yang tak terbendung lagi, tersangka langsung mengeluarkan alat vitalnya dan digesek-gesekkan ke bagian perut bocah tersebut, tidak jauh dekat kemaluannya. Setelah puas melampiaskan nafsu bejatnya, tersangka menyuruh bocah meninggalkan pos jaga security.

Dengan wajah trauma, pelajar Sekolah Dasar ini langsung pulang ke rumah dan memberitahukan pada kedua orang tuanya, hingga kedua orang tua AL terperanjat dan langsung membuat pengaduan ke Polsek Helvetia Medan.

Kepolisian Polsek Helevetia setelah menerima laporan orang tua korban, langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka yang masih jaga di pos security dan memboyongnya ke Polsek Helvetia, guna menjalani pemeriksaan.

Pengakuan tersangka Syahputra pada Polisi, tersangka mengakui perbuatannya. Namun, dia mengucap hanya digesek-gesekkan saja di bagaian perutnya, sedangkan kemaluannya tidak sempat memasuki alat vital kemaluan bocah tersebut.

Pencabulan yang dilakukan terhadap bocah tersebut, ternyata sebelumnya pernah dilakukan pada anak yang lain di tempat yang sama.

Ibu korban, Aminah mengatakan, Syahputra melakukan perbuatan tak terpuji terhadap anaknya di sebuah pos keamanan di komplek perumahan itu. Kemudian warga yang mengetahuinya, langsung mengamankan tersangka.

Kapolsek Helvetia, Kompol Sutrisno Hadi Sik, membenarkan mengamankan tersangka pencabulan, namun masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. (red/*jno)

Senin, Maret 21, 2011

Memalukan, Oknum Brigadir Polisi Perkosa 4 Tahanan Wanita

KALTENG, M86 - Kembali citra kepolisian tercoreng akibat ulah seorang anggota kepolisian. Hal itu diketahui pada saat sidang kode etik profesi anggota Polisi Resort Kota Palangkaraya dengan kasus pemerkosaan empat tahanan wanita di ruangan Mapolresta oleh seorang Brigadir Polisi yang menuai berbagai kritikan dan tanda tanya di lingkungan Polda Kalteng.

Tersangka oknum Brigadir Polisi Agus Wadi yang memperkosa Vio, tahanan titipan Dit Narkoba Polda Kalteng, Senin (21/03) digelar Bidang Propam Polda Kalteng. Dan tak cuma hanya Vio, menurut keterangan yang didapat dari Polda Kalteng, bahwa tersangka AW telah memerkosa tiga tahanan lainnya sebelum ke Vio.

Dalam sidang kode etik, Brigadir Agus Wadi disangka melakukan pemerkosaan terhadap Vio, gadis cantik asal Bandung, Jawa Barat, yang merupakan mantan ladies di salah satu pub hotel berbintang di Palangkaraya.

Brigadir Polisi Agus Wadi melakukan pemerkosaan terhadap Vio saat bertugas menjaga tahanan di Mapolresta Palangkaraya, Minggu (06/03) dinihari. Ternyata tidak hanya Vio, sebelum menggagahi tubuh ladies pub tersebut, Agus terlebih dahulu mencabuli tiga tahanan lainnya.

Tiga tahanan perempuan ini juga sepekan lalu dicabuli oleh Agus. Dalam sidang profesi ini juga digelar kasus pemerkosaan tiga tahanan tersebut. Dan tak cuma sidang kasus pemerkosaan, sidang lain yaitu kasus nikah siri secara diam-diam yang dilakukan Brigadir Polisi ini tanpa sepengetahuan istri pun ikut digelar.

Kabid Propam Polda Kalteng, AKBP Eko Saktiono mengatakan, tindakan Brigadir Polisi itu telah mencoreng dan merendahkan lembaga Kepolisian sehingga dia layak dipecat dari lembaga Kepolisian.

Ditambahkannya lagi, "Setelah sidang ini dilakukan, pihak Kepolisian langsung masuk ke tahapan pemecatan, dan kasusnya akan naik ke pidana umum," jelasnya. (red/*jno)

Jumat, Maret 18, 2011

Kurang Pengawasan Orang Tua, Anak Tewas Tenggelam

LAMPUNG, M86 - Kurangnya pengawasan orang tua mengakibatkan seorang anak Kelas V SD tewas tenggelam. Korban Ariyanto (10), warga Perumahan Guru Tanah Rendah, Kelurahan Tanjung Harapan, Kotabumi Selatan, Lampung Utara ditemukan tewas tersangkut di kayu Sungai Way Ambung, Lampung Utara, Jum'at (18/3) sekitar pukul 07.00 WIB.

Korban tewas tenggelam diduga karena tidak bisa berenang saat ditemukan tubuhnya tersangkut di kayu dekat aliran sungai yang melewati Gang Musala, Kelurahan Tanjung Harapan, Kotabumi Selatan.

Menurut orang tua korban, Linda (31), mengatakan,"Anak saya sedang bermain di aliran Sungai Way Ambung dan tidak bisa berenang hingga tenggelam," katanya.

"Waktu itu hati saya tidak enak perasaan dan menuju ke sungai. Saya shock saat melihat ada baju putih yang mengambang. Pakaian itu sama dengan yang dia pakai kemarin," imbuhnya.

Tim Puslabforensik Polres Lampumg Utara langsung melakukan olah TKP pasacpenemuan jenazah Ari. "Kami minta korban divisum, tapi keluarga menolak. Jadi, kami hanya lakukan olah TKP saja," kata seorang anggota Puslabfor. (jek/*jno)

Gila, Perwira Polisi Setubuhi Tahanan Perempuan

MEDAN, M86 - Mantan Kanit Reskrim Polsekta Medan Baru, Ajun Komisari Polisi (AKP) MH , kembali dipanggil unit Propam Polresta Medan terkait dugaan tindakan pelecehan seksual terhadap tahanan perempuan.

Perwira polisi ini dilaporkan telah menyetubuhi janda beranak satu berinisial N, tahanan Mapolsektro Medan Baru dalam kasus penadahan barang curian. "Kami sudah memanggil pelaku, namun dia mangkir. Kami akan lakukan pemanggilan kedua. Jika tak datang juga akan dijemput paksa," ujar Kasi Propam Polresta Medan AKP Beno P Sidabutar, baru-baru ini.

Dalam kasus dugaan asusila tersebut, lanjut Beno, pihaknya telah memeriksa dua saksi yakni anggota Polsekta Medan Baru dan tahanan.

Kasus ini mencuat, setelah korban yang merasa dibohongi oleh AKP MH bercerita kepada keluarganya saat dijenguk di tahanan.

Pelaku AKP MH, berjanji akan memberikan penangguhan penahanan asal N mau melayaninya bersetubuh. N yang kebingungan, akhirnya memenuhi permintaan pelaku. Tapi rupanya janji tinggal janji, karena sampai saat ini N masih mendekam di balik jeruji besi. (dya/*b8)

Kurir Bom Buku ke Rumah Ahmad Dhani Bersepeda

JAKARTA, M86 - Polda Metro Jaya Kombes Pol Baharuddin Djafar mengatakan, kurir bom buku "‘Yahudi Militan’ yang dikirim ke rumah bos manajemen Republik Cinta Ahmad Dhani di studio musiknya di Jalan Pinang Emas III, Blok E1-2, Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Selasa (15/3) itu dibawa dua orang menggunakan sepeda motor.

"Paket bom buku dibawa dua orang laki-laki menggunakan sepeda motor," ujar Baharuddin saat jumpa pers di Balai Wartawan Polda.

Kata Baharuddin, barang berbaya tersebut diterima oleh stafnya bernama Dody pada pukul 13.00 siang Selasa 15 Maret. "Namun baru dibuka tadi pagi pukul 09.00. setelah dilihat mencurgai, ia menelepon polsek dan Polres menelepon Gegana," ujarnya.


Dia menghimbau masyarakat yang melihat dan menerima paket kiriman yang tidak jelas untuk langsung disampaikan kepada polisi. “Hal ini untuk menajaga agar tidak terjadi ledakan yang dapat menimbulkan korban jiwa,” katanya.

Lebih jauh ia mengatakan, belum dapat memastikan apakah aksi terror yang meresahkan masyarakat ibukota Jakarta ini kelompok dari jaringan teroris lama.

“Pelaku terror membuat dampak dengan motivasi untuk mengacaukan keamanan yang membuat kurang percayanya masyrakat pada pihak keamanan. Namun kita belum bisa dan belum dapat katakan terror itu terorganisir. Temasuk empat buku bom yang sama, kita belum bisa mengatakan apakah dilakukan pelaku yang sama,” tutur Baharuddin.

Sebelumnya, Si pengirim bom buku di rumah pentolan Dewa 19, Ahmad Dhani di rumahnya di Jalan Pinang Emas III, Blok E1-2, Pondok Indah, Jakarta Selatan, tertera dengan nama Alamsyah Mochtar dan alamat Jalan Dermaga Bogor Jawa Barat.

"Ya, bom buku tersebut diterima staf Ahmad Dhani pukul 13.00 siang Selasa 15 Maret lalu," ujar Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya, Kombes Pol Jarno di lokasi kejadian.

Kata Jarno, barang berbahaya tersebut diterima oleh staf Ahmad Dhani bernama Dody, namun paket pos tersebut tidak langsung dibuka olehnya. "Namun besoknya atau hari ini Kamis (17/3) dibuka dan dilihatnya buku tersebut lengket-lengket dan diingatkan oleh Surip temannya pernah melihat di teve bahwa paket model begitu adalah bom," terangnya.

Karena curiga seperti bom, lanjut Jarno, staf Ahmad Dhani tersebut menelepon petugas Polsek kemudian ke Polres dan teruskan kepadanya. "Saya langsung membawa tim Gegana, saya sedang mengamakan sidang Abu Bakar Basyir di PN Selatan pukul 11.30 WIB. Dan Gegena saya geser ke
TKP," ungkapnya.

Hingga saat ini katanya sedang memeriksa sejumlah saksi dan Ahmad Dhani serta melakukan peledakan terhadap bom buku tersebut di lokasi kejadian oleh tim Gegana. (dya)

Kamis, Maret 17, 2011

Bawa Heroin Warga Pamulang Ditangkap Polisi

JAKARTA, M86 - Polisi menangkap pria berinisial RW (28) yang bekerja sebagai penjual burung karena memiliki heroin seberat seperempat gram. "Akibat kepemilikan heroin seberat seperempat gram, maka pelaku terancam denda sebesar Rp8 Miliar, dan penjara empat hingga delapan tahun, sesuai dengan Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35/2009 tentang Narkotika," kata Kapolsek Pamulang, Kompol Zulkifli Muridu di Tangerang.

Penangkapan itu berawal saat pelaku mengendarai sepeda motor di Jalan Raya Ir. Djuandi, Ciputat. Ketika diperiksa, polisi berhasil mengamankan paket heroin seperempat gram seharga Rp400 ribu yang disimpan di dalam bungkus rokok.

Dari keterangan pelaku, Zulkifli menuturkan bahwa heroin tersebut bukan untuk dijual, melainkan untuk dipakainya sendiri. Sedangkan barang sendiri berasal dari Tanah Abang. "Kami masih melakukan pengembangan untuk mencari pemasok heroin tersebut. Karena, pelaku bukanlah target," katanya. (dya)

Rabu, Maret 16, 2011

Kepala BNN Juga Mendapat Kiriman Bom "Buku"

JAKARTA, M86 - Kepala badan Narkotika Nasional (BNN) yang beralamat di Cawang Jakarta Timur juga mendapat kiriman paket bom, Selasa (15/3) malam. Paket tersebut diterima staf Tata Usaha BNN pada pukul 16:00 WIB.

Paket yang ditujukan kepada Kepala BNN tersebut, oleh staf Tata Usaha, kemudian diserahkan kepada Staf Pribadi (Spri) Kepala BNN untuk diperiksa sebelum diserahkan kepada Ka BNN yang berada di lantai 3.

Setelah paket tersebut dibuka, ternyata sebuah buku yang tidak bisa dibuka, mirip dengan buku bom yang ditemukan di Komunitas Utan Kayu, sehingga Spri Ka BNN melapor kepada Ajudan Ka BNN, Briptu Gravenda.

Oleh Briptu Gravenda, benda tersebut selanjutnya dibawa ke ruang rapat VIP di lantai 1 dan segera menghubungi Sat Gegana Korp Brimob Polri. Satu Tim Gegana yang datang melakukan pengamanan area gedung lalu membawa buku bom ke basement dan selanjutnya diledakkan dengan aman. (jek)

Memalukan, Anggota DPRD Terlibat Narkoba

MEDAN, M86 - Memalukan bukannya menjadi pengayom mandat rakyat, seorang anggota DPRD Nangroe Aceh Darusalam (NAD) malah kedapatan memakai narkoba. Hal itu terkuak setelah Direktorat Narkoba Poldasu berhasil menjaring tiga orang kedapatan memakai narkoba diantaranya anggota DPRD NAD, disenyalir pecandu Narkoba ditangkap dikawasan Mardinding tepatnya Bulu Pancur Kec Lau Beleng Kabupaten Tanah Karo, Selasa (15/3) sore.

Selanjutnya ketiga tersangka diantaranya Ramadhan alias Madan(30) Warga Pasar Beleleng,Abdul Malik Pinem anggota Dewan DPRD Aceh Utara dan istrinya Rsky Sri Wahyuni serta barang buktinya mobil Avanza BL 197 HB mobil Dinas serta barang buktinya 200 gram shabu shabu diboyong ke Mapoldasu jalan Tanjung Morawa km 11,5.

Data yang diproleh di Mapoldasu, petugas kepolisian menerima informasi oknum DPRD bersama istri dan adik iparnya membawa narkoba,hendak menikmati narkoba disalah satu penginapan sambil rekreasi tempat wisata Tanah karo, hingga dilakukan penyelidikan dan pengejaran.Setiba dilokasi penangkapan, langsung kenderaan mobil dinas yang digunakan oknum anggota dewan tersebut dihentikan dan dilakukan pemeriksaan, hingga polisi menemukan narkoba jenis shabu shabu didalam saku Ramadhan alias Madan adik ipar anggota dewan tersebut.

Direktur Narkoba Poldasu, Kombes Pol Jhon Thurman Panjaitan kepada wartawan, Rabu (16/3). penangkapan yang dilakukan terhadap Oknum anggota dewan serta istrinya masih dalam penyelidikan,hingga tidak dilakukan penahan,karena tidak cukup bukti dilakukan penahanan,sedangkan adik iparnya Ramdhan dimasukkan kedalam terali besi.

Dalam pemeriksaan terhadap Ramadhan Adik ipar anggota DPRD Nad tersebut mengatakan, dirinya ditelpon oleh temannya yang berada di Kabupaten Tanah Karo Ida alias Tiara bahwa sabunya sudah ada. Karena tidak memiliki uang, Ramadan menemui abang iparnya Abdul Malik Pinem untuk meminjam mobil dengan alasan ingin jalan-jalan ke Mardinding Tanah Karo. Atas alasan itu, Abdul Malik dan istrinya juga ingin ikut. Awalnya, Ramadan tidak ada uang untuk membeli sabu shabu tersebut,hingga meminjam uang Rp 10 juta untuk membayar pada abang iparnya.ujarnya pada polisi.

Karena uang pas-pasan, Ramadan meminjam mobil abang iparnya dengan alasan ingin jalan-jalan ke Tanah Karo," Setiba di Mardinding, Ramadan keluar dari mobil dan masuk kesebuah
rumah, sedangkan abang iparnya dan istri tidak turun.Selanjutnya Ramadan menemui Ida alias Tiara, dengan uang muka membeli narkoba tersebut,sedangkan sisanya bila sabu telah laku terjual. Didalam rumah tersebut ia menyempatkan diri mengkonsumsi sabu dan kembali ke dalam mobil dengan membawa narkoba tersebut,ujar Jhon Thurman mengulangi perkataan Tersangka Ramadhan. (jek/*jno)

Selasa, Maret 15, 2011

Nyolong Blangko Samsat Dipukuli Hingga Bonyok

MEDAN, M86 - Bresma Karo-karo (32) warga Jalan Pembangunan III, No. 34, Kel. Glugur Darat, Kec. Medan Barat, ditangkap Security ketika mau membobol kunci pintu kantor Samsat di Jalan Sisingamangaraja, Kel. Harjosarti I, Kec. Medan Amplas, Senin (14/03) sekitar pukul 22.00 WIB.

Kepada polisi tersangka mengaku baru pertama kali mau melakukan pencurian di kantor Samsat Medan. Sasaran yang akan dicurinya berkas ataupun blanko kosong untuk digunakan mengurus STNK sepeda motor, katanya.

Sedangkan security Samsat tidak bersedia ditulis namanya mengakui kalau tersangka mencari makan sehari-harinya di kantor Samsat sebagai calo kendaraan roda dua maupun empat.


“Saya mengenal dia, karena sehari-harinya dia sebagai calo di kantor Samsat untuk membantu pemilik kendaraan yang akan mengurus pajaknya, maupun perpanjangan surat-surat kendaraannya. Makanya dia tahu seluk-beluk kantor Samsat,” katanya, Selasa (15/03).

Kejadiannya, pada saat saya sedang jaga di pos Security, tiba-tiba dia bersama temannya mengendarai sepeda motor langsung masuk kehalaman kantor Samsat tanpa permisi terlebih dahulu kepada saya. Melihat tingkah-lakunya, sayapun menaruh curiga. Secara diam-diam saya intai, ternyata dia sedang berusaha membuka kunci pintu kantor dengan menggunakan kunci palsu.

Sebelum pintu terbuka, langsung saja saya tangkap. Namun, ketika saya tanyai dia tidak mengakui kalau dirinya mau masuk ke kantor Samsat. Alasannya, hanya mau memperbaiki kunci pintu kantor yang rusak.

Tetapi setelah saya desak akhirnya dia mengaku mau mencuri berkas yang ada didalam kantor samsat itu. “Masakan memperbaiki kunci pintu kok malam-malam. Kalau tidak mau mencuri, jadinya mau apa dia,” terang Security Samsat.

Sementar itu, Kapolsek Patumbak, Kompol Sonny Wilfriet Siregar melalui Kanit Reskrim AKP Parulian Samosir membenarkan penahanan Brebes Karo-karo terkait percobaan pencurian di kantor Samsat. (jek/*pokc)

Rahmatulloh Pemilik Ganja di Tempat Kangen Band

JAKARTA, M86 - Pemilik ganja di basecamp Kangen Band dikatakan adalah seorang sopir dari Andhika sendiri. Hal ini dikatakan oleh kuasa hukum Kangen Band, Ferry Juan di Jakarta, "Namanya Rahmatulloh, sopir Andika,"ungkapnya.

Ditambahkan Fery, Rahmatulloh memiliki ganja karena memang untuk dikonsumsi sendiri dan bukan dijual belikan.

Dia juga membatah jika barang bukti berupa 40 gram ganja kering serta tanaman tunas ganja ukuran 3-4 cm milik Kangen Band. Dan juga diakui sistem keamanan di basecamp juga longgar.

Sementara itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) menghukum vokalis Kangen Band, Andhika dan pemain keybord, Izzi, untuk menjalani rehabilitasi di Lido Sukabumi, sesuai dasar hukum undang undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Mereka korban penyalahgunaan narkotika," ujar Benny Joshua Mamoto, Direktur BNN kepada pers, Selasa (15/3). (jek/*b8)

Gawat, Pengguna Narkotika Cuma Kena Denda

JAKARTA, M86 - Para pengguna narkoba khususnya bagi yang kehidupannya mapan alias tajir bakal bergembira ria. Pasalnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman mewacanakan bagi pemakai narkoba sebaiknya di denda saja. Menurutnya hukuman denda sebagai ganti hukuman penjara bagi pengguna maupun pengedar narkotika bisa bikin jera. Namun demikian sebagian orang menilai wacana ini bakal membuat mereka yang berduit makin menjadi-jadi. Dan bagaimana mereka yang tidak mampu namun menjadi korban sebagai pengguna.

Sutarman menilai, para pengguna narkoba seakan-akan tak pernah jera. Penjara baginya bukanlah hukuman yang menjerakan mereka. Sutarman bahkan menganggap, memenjarakan pelaku kejahatan narkoba turut menyumbang kerugian negara karena harus menyiapkan makan, kesehatan
dan tempat.

Sutarman melanjutkan, hukuman berat berupa penjara yang diberikan kepada pemakai, pegedar dan pemproduksi sudah banyak, tapi kenyataannya tidak memberikan efek jera. “Tidak usah dimasukkan ke penjara,” kata Sutarman.

wacana tersebut diungkapkan Sutarman di Polda Metro Jaya dalam rangka persiapan peresmian Balai Wartawan Rabu besok.

Menurutnya, hukuman denda yang tinggi dinilai pantas dan efektif untuk menjerat para pelaku dibanding penjara. Denda semahal-mahalnya dibebankan kepada pengedar dan pengguna narkotika yang akan dimasukkan ke kas negara, uang denda itu digunakan untuk kepentingan
penanggulangan narkoba.

Dicontohkan Sutarman, jika kekayaan pelaku Rp 10 juta, sebaiknya dikenakan denda sebesar Rp 9,5 juta, dengan demikian, disamping akan menghabiskan seluruh kekayaannya, negara tidak tidak perlu menyiapkan tempat, kesehatan dan makannya.

“Dia juga enggak akan beli karena tidak ada lagi uangnya,” kata Kapolda pengganti Timur Pradopo itu.

Wacana tersebut menurutnya, didasarkan kepada kenyataan bahwa kapasitas lapas dan rutan yang sudah tidak lagi memadai. Sutarman menyampaikan data, 40 persen lebih penghuni lapas adalah dari kasus narkotika.

Dengan demikian, Sutarman berharap wacana yang dilontarkannya itu disambut pemerintah. Karena menurutnya, kalau penjara menjadi beban pemerintah, kenapa tidak diubah peraturannya.(jek/*jno)

Senin, Maret 14, 2011

Jaksa Cirus Sinaga Masih Bebas

JAKARTA, M86 - Biasanya saat melakukan pemeriksaan terhadap tersangka, penyidik polisi mengeluarkan perintah pencegahan ke luar negeri.

Misalnya saja dalam kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB), Nasruddin Zulkarnaen. Antasari Azhar, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung dicegah berpergian ke luar negeri, padahal saat itu belum diperiksa sebagai tersangka.

Perlakuan berbeda diberlakukan polisi terhadap Jaksa Cirus Sinaga yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan petunjuk penuntutan (Juktut) Gayus HP Tambunan.

Boro-boro melakukan penahanan, perintah pencegahan ke luar negeri terhadap Cirus pun belum dikeluarkan oleh penyidik kepolisian.

Karena belum ada surat dari kepolisian, maka pihak Kejaksaan Agung pun belum menetapkan status cegah terhadap Cirus Sinaga.

"Sejauh yang saya ketahui, belum ada permintaan pencegahan Cirus Sinaga," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Noor Rachmad di Jakarta, Senin (14/3).

Dijelaskan, pihaknya hanya akan menjalankan pengajuan permohonan pencegahan kalau sudah ada permintaan dari penyidik kasus tersebut.

Hal itu, kata dia, sesuai dengan Undang-Undang (UU) Keimigrasian Nomor 9 tahun 1992, Kejagung berfungsi sebagai pelaksana saja.

"Intinya kalau ada permintaan, tentunya (intelijen Kejagung), akan melakukan permohonan itu," katanya. (jek/*b8)

Polisi Bekuk ABG Pemerkosa dan Pembunuh Guru SD

TAPUT, M86 - Kasrim Situmeang, tersangka pelaku pembunuhan dan perkosaan guru SD Herlinda Situmeang, Minggu (13/3) malam, berhasil dibekuk polisi Polresta Tapanuli Utara. "Pelaku kami tangkap saat bersembunyi di Desa Pardomuan Nauli," jelas Kapolres Taput AKBP I KG Wijatmika didampingi Kasat Reskrim AKP Josua Tampubolon, Senin (14/3).

Kapolres memaparkan, peristwa tragis ini terjadi 28 Februari lalu di Lapaan Hoda Dusun parlobu-lobuan, Desa Pagaran Lambung IV Kecamatan Adiankoting.

Saat itu pelaku dan korban bertemu di tengah jalan. Ketika itu korban Herlinda br Situmeang hendak ke SD Parlobu-lobuan melaksanakan tugasnya sebagai guru.

Pelaku kemudian meminta uang kepada korban. Karena permintaannya ditolak, pelaku kemudian memiting lengan korban.

Tidak terima diperlakukan tersangka, lalu korban memukul tersangka dengan payung yang dibawanya. Akibatnya tersangka Kasrim jadi emosi lalu mencari kayu di sekitar lokasi kejadian, kemudian dipukulkan ke bagian belakang korban.

Pukulan keras dengan kayu itu ternyata membuat korban terjatuh tak berdaya. Nah, disaat itulah pelaku menguras harta korban berupa uang Rp200 ribu dan handpone.

Tidak puas dengan hanya mengambil barang milik korban, pelaku melanjutkan aksinya dengan memperkosa korban. (jek/*b8)

Polda Metro Jaya Gagalkan Penyelundupan Narkoba ke Tahanan

JAKARTA, M86- Petugas Rumah Tahanan Narkoba Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis shabu yang rencananya akan diserahkan kepada dua orang tahanan. Kepala Bagian Analis Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, AKBP Gembong Yudha mengatakan, dari pelaku yang bernama Triyanto, pihaknya berhasil menyita sebanyak dua gram shabu yang dikemas dengan pasta gigi.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu (13/03) petang, ketika itu Triyanto yang sehari-hari diketahui sebagai tukang ojek, hendak membesuk dua orang tahanan. Ketika itu Triyanto membawa satu kantong tas plastik berisi makanan, pakaian dan peralatan mandi. Kantong tersebut semula akan diberikan kepada dua tahanan narkoba, Agus Mubakir dan Akhirul Sapta.

Karena curiga, petugas jaga memeriksa barang-barang bawaan tersebut dengan lebih teliti. Prasangka petugas piket itu ternyata benar.

"Ketika piket kami menekan pasta gigi, ada sesuatu yang berbeda. Setelah pasta gigi itu dirobek, petugas mendapati 4 buah sedotan berukuran 10 cm di dalam pasta gigi. Ada 2 gram sabu yang disimpan di dalam 4 sedotan itu," kata Gembong, Senin (14/03).

Dalam keterangannya kepada petugas, tersangka mengaku disuruh oleh Nazid dan ia mengaku memiliki hubungan kekeluargaan dengan dua tahanan itu.

Dari keterangan Triyanto, petugas melakukan pencarian terhadap Nazid yang diduga berada di Plaza Semanggi. Polisi meluncur ke sana dan meringkusnya.

Kedua tersangka kemudian diamankan ke Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya untuk penyidikan lebih lanjut. Petugas masih mengembangkan penyelidikan kasus tersebut. (jek/*jno)

Gubernur Sumut Didakwa 20 Tahun Penjara

JAKARTA, M86 - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Tindak Pidana Korupsi mendakwa Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin, yang menjalani sidang perdananya dalam kasus tindak pidana korupsi penyelewengan dana APBD Kabupaten Langkat, dengan dakwaan korupsi yang hukumannya maksimal 20 tahun penjara.

Ketua JPU kasus ini, Chatarina M Girsang, di Pengadilan Tipikor, Kuningan, Jaksel, Senin (14/03) saat membacakan dakwaan Syamsul mengatakan, terdakwa baik sendiri ataupun secara bersama-sama dengan Mantan Sekda Kabupaten Langkat, Buyung Ritonga, telah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri dan orang lain.

"Atas perbuatannya ini negara diduga telah mengalami kerugian keuangan hingga Rp 98,7 Miliar, terdakwa melakukan perbuatannya saat menjabat sebagai Bupati Langkat, ini dilakukan melalui pengeluaran sebagian dari kas daerah Kabupaten Langkat mulai tahun 2000 hingga 2007, untuk kepentingan pribadi, keluarga dan orang lain," ujar Chatarina.

Atas perbuatannya, JPU menjerat Syamsul dengan dakwaan primair Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Syamsul juga dikenakan dakwaan subsidair dengan Pasal 3 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) kesatu KUHP, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun penjara.

Saat ditanya Ketua Majelis Hakik Tjokorda Rai Swamba, usai JPU membacakan dakwaannya, Syamsul langsung menyatakan tidak akan menyampaikan eksepsi atau nota keberatan terhadap dakwaan jaksa, dengan mengatakan, "Pendapat saya asas peradilan kita ini harus bejalan cepat, murah dan adil. Kalau eksepsi, tambah pula satu bulan. Tambah pula tahanan saya di dalam," katanya.

Syamsul ditahan KPK sejak Oktober 2010 lalu, Syamsul merupakan Bupati Langkat periode 1999-2007. Terkait kasus ini KPK juga melakukan penyitaan terhadap sejumlah barang milik Syamsul yang diduga berkaitan dengan tindak pidana korupsi. Antara lain, tiga unit mobil Izusu Panther milik mantan anggota DPRD Kabupaten Langkat periode 1999-2004. (jek/*jno)

Minggu, Maret 13, 2011

Waspadai, Narkoba Lewat Penjara!

JAKARTA, M86 - Belakangan ini penangkapan tokoh dunia hiburan semakin gencar dilakukan oleh aparat akibat mereka mengonsumsi obat-obatan psikotropika. Mereka antara lain Iyut Bing Slamet, Yoyok Padi, Sami Keris Patih, hingga artis gaek macam Ahmad Albar maupun Roy Marten dan masih banyak yang lainnya.

Yang menjadi kekhawatiran masyarakat adalah bila para artis itu menjadi bagian dari sindikat yang memiliki jaringan hingga tingkat internasional. Dan, indikasi ini bisa saja terjadi.

Hal ini seperti dikatakan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Gories Mere yang mengatakan, bahwa para sindikat narkotika di berbagai lembaga permasyarakat di Indonesia telah menggunakan teknologi komunikasi canggih untuk melakukan peredaran narkotika.

"Mereka (sindikat narkotika) dari dalam (penjara) itu memanfaatkan kemampuan teknologi komunikasi yang canggih. Mereka bisa berhubungan ke seluruh Indonesia. Bahkan, yang lebih dahsyat, mereka bisa mengendalikan aliran masuknya barang narkotika dari luar negeri ke dalam negara ini," ujarnya, saat menghadiri musyawarah rapat kerja BNN di Hotel Bidakara, Jakarta.

Selasa lalu, BNN menangkap Kepala LP Narkotika di Nusakambangan Marwan Adli, narapidana Hartoni, serta anggota staf LP, Fob Budhiyono dan Iwan Syaefuddin. Mereka diduga terlibat jaringan perdagangan narkotika dari dalam LP.

September 2010-Maret 2011 tercatat empat kali terjadi pengungkapan jaringan perdagangan gelap narkotika di Nusakambangan. Jaringan itu melibatkan narapidana dan petugas penjara.

Sebelum Marwan dan ketiga tersangka lain, pada 2011 BNN juga menangkap Surya Bahadur Tamang alias Kiran yang diduga mengendalikan perdagangan gelap narkotika dari LP Nusakambangan. Februari lalu, BNN juga menangkap Yoyok, narapidana dari LP Besi, Nusakambangan.

Gories menambahkan, selain menggunakan teknologi canggih, sindikat narkoba juga mengatur secara rapi alur distribusi narkotika di dalam penjara.

"Mereka dapat leluasa mendistribusikan narkotika dalam lembaga permasyarakatan dimulai dari jaringan paling bawah, lalu pendistribusian di lapangan. Setelah itu, jaringan terputus lainnya menuju ke mastermind untuk memasukan aliran dana," jelasnya. (lin/*inc)

Sabtu, Maret 12, 2011

Gawat, Narkoba Beredar Lewat Mie Instan

MAKASSAR, M86 - Sembilan paket sabu-sabu ditemukan di dalam sel seorang tahanan bernama Edi (24) di rumah tahanan (Rutan) Makassar, sekitar pukul 21.30 wita, Jumat (11/3) malam. Menurut saksi Alamsyah seorang sipir penjaga malam melihat Anto salah seorang tahanan turun dari lantai dua rutan sehabis dari blok C2 yang dihuni oleh tahanan narkoba. Di tangan Anto memegang sebungkus mie instan. Ketika ditanyai, Anto kelihatan kaku dan tanpa sengaja menjatuhkan bungkusan mie instan di tangannya yang ternyata diselipannya terdapat satu paket sabu-sabu dalam bungkus kecil.

“Saya lihat gerakannya mencurigakan, dari lantai 2 hanya untuk mengambil sebungkus mie itu berlebihan karena di lantai satu juga ada penjual mie instan. Begitu saya dekati dia tambah gugup,” tutur Alamsyah yang ditemui di rutan Makassar.

Alamsyah lalu menanyai Anto, mie dan satu paket sabu tersebut didapatkan Anto secara berantai. Anto mendapatkan mie tersebut dari Sapril, lalu Sapril mengambilnya dari Abubakar, Abubakar mengakui mie tersebut didapatkan dari Edi. Sementara Edi mengatakan ia memberikan mie tersebut karena Abubakar berteriak dan meminta mie instant.

Adapun Anto, yang terakhir memegang mie tersebut sebelum kedapatan sipir jaga mengaku disuruh oleh Yosmandala yang sedang dalam perawatan di klinik Rutan karena kondisi kesehatannya terganggu. Oleh sipir jaga, kejadian tersebut dilaporkan ke atasannya yang segera memerintahkan melakukan penggerebekan di sel Edi di blok C2 nomor 4.

Dengan alasan, mie instan dan satu paket sabu itu berasal dari Edi. Alhasil, di dalam kamar Edi yang dulunya merupakan pegawai negeri sipil di Lapas narkoba Bollangi Makassar, ditemukan delapan paket sabu lainnya dalam bungkusan kecil. Barang tersebut disembunyikan dalam sekat ikat pinggang kulit yang sudah mengelupas.

Menurut pelaksana harian kepala Rutan Makassar, Mildar kepada wartawan menjelaskan, sesuai alur barang yang terjadi di dalam sel, empat orang diamankan di ruang khusus Rutan Makassar untuk dimintai keterangan. “ Untuk sementara baru empat orang yang menjadi tersangka dan berdasarkan pengakuan Yosmandala memang dia yang memesan barang dari Edi,” ujar Mildar.

Ia menambahkan, kelima orang tersebut di atas merupakan tahanan titipan kejaksaan negeri Makassar dengan kasus narkoba. Sebagian lagi tengah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Makassar.

Pada kesempatan itu, turut pula hadir Tim Unit Narkoba dari Polda Sulselbar guna melakukan pemeriksaan terhadap kelima orang tersebut. Pemeriksaan di tetap dilakukan di dalam Rutan Makassar. (jek/*inc)

Ketahuan Video Pornonya Beredar, Karyawan Pabrik Dipecat

JOMBANG, M86 - Seperti kata pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga. Setelah video porno hubungan intim dengan istrinya beredar, kini D (22), lelaki pemeran video itu, harus dipecat dari pekerjaannya.

D adalah seorang buruh di sebuah parik kayu olahan PT Sejahtera Usaha Bersama (SUB). Kasi Personalia PT SUB Kaspali membenarkan hal tersebut. D sudah dipecat dua minggu lalu karena telah menghebohkan pabrik tersebut yang memang tak jauh dengan lingkungan tempat tinggal D di Desa Bandung Kecamatan Diwek, Jombang. Pemecatan itu dipicu oleh beredarnya video porno berdurasi 15 menit 28 detik tersebut.

Kaspali menjelaskan, video porno itu juga menyebar diantara buruh PT SUB. Akhirnya, laporan pun masuk ke mejanya. Ia kemudian memanggil D untuk dimintai keterangan. Kepada kaspali, D mengakui dengan jujur bahwa video dengan format 3GP itu adalah buah karyanya bersama sang istri.

Ia juga mengaku bahwa video tersebut merupakan koleksi pribadi. Mengapa bisa menyebar? Menurut Kaspali, Hp milik D yang digunakan untuk merekan adegan itu hilang. Nah, kemungkinan besar, ada yang menemukan HP tersebut kemudian iseng menyebarkan isinya.

"D sudah kita pecat dari PT SUB dua minggu lalu. D juga mengaku bahwa video itu ia rekam satu tahun yang lalu di rumahnya. Sedangkan perempuan dalam video tersebut adalah istrinya sendiri," kata Kaspali.

Sementara itu Kapolsek Diwek, AKP Mintarto mengaku belum mengetahui adanya video porno tersebut. "Kita belum tahu. Selama ini juga tidak ada laporan yang masuk ke Polsek," kata Mintarto ketika ditemui secara terpisah. (jek/*inc)

Pembunuh Waria Taman Lawang Diduga Aparat

JAKARTA, M86 - Polsektro Menteng, Jakarta Pusat, telah mengidentifikasi ciri-ciri para pelaku yang menembak tiga waria di Taman Lawang, Menteng, Jakpus, Kamis (10/3) dinihari. Para saki menyebutkan dua pelaku adalah anggota.

Keduanya mengendarai sepeda motor Yamaha Mio dengan memilki ciri-ciri berbadan gemuk postur tubuh pendek dan warna kulit hitam, sedangkan satu pelaku lagi memakai topi. Bahkan, salah seorang pelaku sempat menghardik korban dengan berkata ‘jangan banyak bicara’dan tidak berapa lama door terdengar suara tembakan dan peluru keluar lalu mengenai tiga waria yaitu Faisal Harahap tewas setelah peluru bersarang di dada, Tatan alias Astrid (34) terluka dibagian lengan kiri dan menembus ke rusuk dan Agus alias Devi terluka dibagian dada.

Para korban langsung dilarikan ke RS Cipto Mangunkusumo, Salemba, Jakarta Pusat. Korban faisal Harahap tewas diduga dikarenakan ditembak dari jarak dekat. "Kami masih menyelidkinya dan memeriksa proyektil peluru,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kombes Pol Drs Baharudin Djafar kepada wartawan.

Dikatakan Djafar, waktu peristiwa terjadi rekan korban berinisial AKA sempat dibawa oleh salah seorang pelaku keliling kawasan Menteng dengan mengendari sepeda motor merk Honda Kharisma B6616EJP dan keduanya kembali lagi ke Taman Lawang. Sewaktu peristiwa penembakan terjadi motor yang dipakai salah satu pelaku sempat mogok dan pelaku kabur meninggalkan motor untuk menghindari pengeroyokan oleh rekan korban.

“AKA sempat dibawa keliling dengan mengendarai motor B6616EJP keliling dan sewaktu kejadian pelaku sempat meninggalkan motornya di lokasi karena mati,” jelasnya. Pelaku kabur melalui Jalan Latuharhary dan motor pelaku dirusak waria yang kesal. AKA sempat melaporkan kasus penembakan ini ke Pospol Tenggulun. Petugas Pospol Tenggulun menolaknya dengan alasan bukan wilayahnya. Pelapor diarahkan untuk melapor ke Polsektro Menteng.

Sementara itu, rekan-rekan almarhum memadati kamar jenazah RSCM untuk melihat secara langsung jenazah Faisal Harahap. Bahkan, rekan seprofesi dengan Harahap terlihat menangis dam merasa kehilangan. Selama hidup korban adalah sosok sahabat yang periang dan baik hati. “Saya merasa kehilangan atas kematian Harahap. Sayangnya dia tewas mengenaskan,” kata Maya Suryini alias Topan.

Sejumlah polisi masih berada di kamar jenazah RSCM.Selama ini, Taman Lawang yang berada di sekitar Jalan Teluk Betung adalah tempat mangkalnya kaum waria. Kaum waria di sini sudah lama bercokol dan memiliki paguyuban. Bahkan, kegiatan esek-esek waria Taman Lawang ini terkenal sampai luar negeri. Namun, sayangnya sejumlah aksi kejahatan selalu disandang waria tersebut dan salah satunya melakukan penodongan dan perampokan terhadap teman kencannya. Sedangkan kasus ini diduga berlatar belakang soal bisnis kencan (jek)

Gara-gara Blog, Pria Mendekam di Penjara

JAKARTA, M86 - Seorang pria yang ditolak cintanya menggunakan blog internet untuk menguntit seorang perempuan. Akibatnya, Stephen Andreassen, menjadi pria pertama di Inggris yang dipenjara gara-gara menguntit di internet.

Pria berusia 38 tahun itu mengumpulkan 35 situs blog dan di sana dia menghina Rebecca Pattionson. Gara-garanya, Pattionson mengakhiri hubungan mereka yang hanya berlangsung sebulan.

Pasangan itu bertemu tahun 2006 melalui teman dan mulai berkencan tiga tahun kemudian.

Pattinson (36) adalah mahasiswi dan ibu dua orang anak. Setelah mereka putus, Andreassen mulai membombardir Pattinson dengan telepon, email, SMS dan pesan Facebook berisi memohon supaya hubungan mereka disambung kembali.

Pattinson mengancam akan melapor polisi dan memperketat keamanan di situs jejaring sosial serta menghapus Andreassen dari rincian kontaknya.

Saat Pattinson menon-aktifkan akun Facebooknya, Andreassen membuat serangkaian pesan yang di-posting di blog. Isinya, "Memperingatkan semua pria" dan mendaftar tautan ke situs berisi kisah-kisah hubungan mereka.

Tahun lalu Andreassen, dari Urmston, Greater Manchester, lolos dari hukuman penjara tetapi mendapat larangan seumur hidup menyebut Pattinson di situs apapun.

Dua bulan kemudian, dia ditahan lagi setelah mem-posting masukan lain di blognya dan menyebut soal perempuan yang "pembohong" dan "sosiopat".

Dia terhindar dari penjara lalu membuat situs obsesif lain dengan bermacam-macam halaman, termasuk bagian berlabel "The Relationship", "My Story", dan "Court Apperance". Dia kemudian mem-booking kamar di hotel di Skotlandia dan menelan 200 pil tidur dalam usaha bunuh diri yang gagal.

Pattinson sudah diberi konseling karena cobaan berat dan sekarang diantar kemanapun dia pergi. "Saya takut Stephen tidak akan pernah berhenti dan saya tidak mengerti kenapa dia melakukan ini."

Pengadilan rendah Manchester memberi Andreassen hukuman penjara selama 18 minggu setelah dia mengaku melanggar perintah pelarangan. Dia sudah dipecat oleh Manchester Royal Infimary. (jek/*b8)

Peredaran Narkotika di Indonesia Layak Meksiko

JAKARTA, M86 - Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebut peredaran narkotika di Indonesia, khususnya di penjara Nusakambangan, persis seperti kondisi peredaran narkotika di Meksiko. Hal itu terlihat dengan banyaknya anggota penegak hukum yang terlibat dalam jaringan peredaran barang haram tersebut.

"Di Meksiko banyak aparat yang terlibat, sama seperti di Indonesia," kata Kepala Humas BNN Sumirat Dwiyanto di Kantor BNN, Jl MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur.

Modus peredaran bandar dengan cara merangkul para aparat penegak hukum adalah untuk melemahkan hukum yang berlaku. "Agar kegiatan yang mereka lakukan berjalan baik," katanya.

Menurut Sumirat, secara kualitas peredaran narkotika di Indonesia cenderung meningkat. Terbukti dengan akses komunikasi ke dunia luar meski para bandar berada dalam penjara super maximum security. "Secara kualitas kemampuan komunikasi mereka makin meningkat," jelas Sumirat.

Peningkatan kualitas peredaran narkotika juga terlihat dari jaringan-jaringan yang terkait dengan para bandar yang tertangkap. Sumirat mencontohkan jaringan Boski yang tertangkap BNN awal Januari 2011 lalu. "Jaringan mereka sampai ke Malaysia," jelasnya. (jek/dtc)

Kepala Cabang Bank Panin Dibekuk Polisi

JAKARTA, M86 - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya sedang menangani dugaan praktik pencucian uang Rp2,5 miliar, yang dilakukan Kepala Cabang Pembantu Bank Panin Kelapa Gading, Jakarta Utara, berinisial RAW.

"Tersangka mengambil uang bank dari rekening untuk kegiatan promosi," kata Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yan Fitri di Jakarta.

Ia menuturkan pelaku menjalankan modus dengan cara memindahbukukan (transfer) dana milik Bank Panin untuk kegiatan promosi ke rekening pribadi secara berturut-turut.

Sementara itu, Kepala Satuan Fiskal Moneter Devisi (Fismondev) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Aris Munandar menjelaskan tersangka melakukan tindak kejahatan perbankan sejak Desember 2010 hingga Januari 2011.

Awalnya, RAW mengirim dana milik bank swasta itu, secara bertahap sebesar Rp10 juta, Rp20 juta, kemudian lima kali pengiriman dalam satu hari mencapai Rp1,3 miliar.

Selanjutnya, tersangka juga mengirimkan dana bank perusahaannya itu, sebanyak lima kali dalam satu hari hingga mencapai Rp1,2 miliar.

Setelah uang yang terkumpul mencapai Rp2,5 miliar, tersangka menggunakan untuk kebutuhan hidup dan membeli lembaran dolar hitam (black dolar) senilai Rp1,1 miliar untuk meraih keuntungan.

Pihak bank menemukan indikasi transaksi tidak resmi berdasarkan audit rekening dana promisi dan tidak mengaktifkan tersangka sebagai karyawan Bank Panin.

Kemudian pihak bank melaporkan dugaan tindak kejahatan perbankan yang dilakukan RAW kepada Polda Metro Jaya, 9 Februari 2011.

Petugas berhasil menangkap RAW di wilayah Jakarta, Rabu (9/3) lalu atau setelah penyelidikan kasus berlangsung selama satu bulan.

Selain menangkap tersangka, penyidik menyita barang bukti berupa dokumen neraca dan buku rekening. "Sedangkan barang bukti uang masih dalam proses pengembangan," tutur Aris.

Tersangka dijerat Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencucian uang juncto UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang perbankan dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun.(jek/*b8)

Jumat, Maret 11, 2011

Main Judi, PNS Pemkot Jakut Ditangkap

JAKARTA, M86 - Sebagai seorang pegawai negeri sipil (PNS) sejatinya harus memberikan contoh yang baik terhadap masyarakat. Apalagi mereka digaji melalui pajak masyarakat. Hal memalukan telah diperbuat HS Pasaribu yang diketahui seorang PNS di lingkungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara.

Petugas serse Polres Jakarta Utara (Jakut), menangkap seorang pegawai di Pemerintahan Kotamadya Jakarta Utara karena ketangkap basah sedang bermain judi remi bersama tiga kawannya di Warung Lapo Tuak di Jalan Raya Cilincing Jakut. Dari tangan para tersangka petugas menyita kartu remi yang dipakai berjudi, dan uang tunai Rp 102.000.

“PNS yang kita tangkap itu bertugas sebagai staf Tata Ruang di Kantor Walikota Jakut. Dia kita tangkap masih pakai baju seragam pemda,” ujar Kasat Reskrim Polres Jakut AKBP Irwan Anwar, Jumat (11/03).

Namun begitu, kata dia, pihaknya tidak menahan tersangka. Pasalnya kata dia, dalam penyelenggaraan itu, tidak ada bandar. Hal itu berbeda dengan kasus judi lainnya, yang juga berhasil diungkap pihaknya. “Kasus PNS ini masuk pasal 303, bis. Jadi tidak ditahan, tapi tetap kita proses. Kita sifatnya pembinaan, kalau ditemukan lagi, bubarkan saja,” jelas Irwan.

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk kasus judi, sejak Febuari hingga Maret 2011, sudah ada 60 orang tersangka yang ditahan. Dengan barang bukti antara lain, uang Rp 7.079.400, 28 kupon togel, 9 rekapan, 4 buku tafsir mimpi, 12 biji dadu dan 18 HP.

“Untuk judi togel, sekarang ini ada modus baru. Tidak lagi pakai rekapan. Tapi cukup sms kepada bandarnya,” pungkas Irwan. (jek)
Related Posts with Thumbnails